BERITA UTAMA

Jadi Admin Slot, Lima Warga Kebonpedes Sukabumi Disekap di Myanmar

×

Jadi Admin Slot, Lima Warga Kebonpedes Sukabumi Disekap di Myanmar

Sebarkan artikel ini
Pekerja migran Indonesia yang mengalami penipuan kerja di Kamboja
Pekerja migran Indonesia yang mengalami penipuan kerja. (Foto : Ist)

SUKABUMI — Diduga menjadi Admin Slot, Lima warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan menjadi korban TPPO dan kini mereka tengah disekap di Negara Myanmar.

Camat Kebonpedes, Nani Rusyanti kepada Radar Sukabumi mengatakan, lima warga Kecamatan Kebonpedes yang menjadi korban TPPO ini, diketahui bernama Samsul (39) asal warga Ranji Tengah, RT 002/RW 009, Desa Kebonpedes, Asep Muchsin (32) asal warga Kampung Bojonggaling, RT 001/RW 002, Desa Kebonpedes, Ahmad Junaedi (37) warga Kampung Babakan Legok, RT 003/RW 004, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes dan Angga Mulyana (36) warg Kampung Ranjikaler, RT 002/RW 008, Desa Kebonpedes dan Sopyan Jamil asal warga Kampung Ranjikaler, RT 002/RW 008, Desa Kebonpedes.

Bank bjb Tandamata

“Kelima warga Kecamatan Kebonpedes ini, empat orang warga Desa Kebonpedea dan satu korban lainnya merupakan warga Desa Jambenenggang,” kata Nani kepada Radar Sukabumi pada Rabu (11/09).

Berdasarkan komunikasi pemerintah Kecamatan Kebonpedes dengan pihak terkait, sambung Nani, ke lima korban tersebut telah berangkat ke negara tujuan Thailand dengan cara diiming-imingi bekerja sebagai Admin Kripto. “Namun, faktanya mereka telah dikerjakan sebagai admin slot atau admin judi online dan mereka juga berangkat ke sananya menggunakan visa turis,” imbuhnya.

Camat Kebonpedes, Nani saat koordinasi dengan Ketua SBMI Sukabumi dan keluarga korban TPPO.
Camat Kebonpedes, Nani saat koordinasi dengan Ketua SBMI Sukabumi dan keluarga korban TPPO.

Setelah itu, pihak keluarga telah melaporkan ke DPN SBMI Pusat pada 14 Agustus 2024 lalu dan laporan langsung di tanggapi pada 26 Agustus 2024 didampingi DPN SBMI Pusat ke Kementerian Luar Negeri Bidang Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI). “Perkaranya, sekarang sedang dalam proses penanganan oleh Kementerian Luar Negeri RI,” tukasnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kebonpedes langsung melakukan koordinasi bersama Ketua SBMI Sukabumi dan bertemu dengan para keluarga korban yang menjadi korban TPPO tersebut. “Kabar terakhir, lima korban TPPO ini informasinya tengah disekap di Negara Myanmar,” pungkasnya. (den/d)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *