BOGOR, RADARSUKABUMI.com – Korban luka akibat anjloknya KRL Commuterline KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor di Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor menjadi 17 orang hingga Minggu (10/3/2019) siang.
Korban dari peristiwa yang terjadi pada pukul 10.00 WIB itu, didominasi perempuan yakni 13 orang, karena memang gerbong khusus wanita dan gerbong nomor dua paling terdampak kecelakaan.
Beredar pertanyaan, apakah ada warga Sukabumi yang menjadi korban? Hal tersebut belum dapat dipastikan.
Menurut VP Corporate Communcation Eva Chairunnisa, penyebab anjloknya KRL Jakarta-Bogor masih dilakukan investigasi.
“Masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Eva.
Sementara Executive Vice President DAOP 1 KAI Jakarta, Dadan Rusdiansyah mengungkapkan, pihakanya masih menunggu crane dari Bandung dan Cirebon.
“Diperkirakan buruh 3-4 jam bisa diangkat. Kami masih menunggu crane,” kata Dadan di lokasi kejadian.
Akibat dari kejadian tersebut, KRL yang melayani rute ke Stasiun Bogor hanya dapat berhenti di Stasiun Cilebut.
Dadan juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah terlanjut membeli tiket kereta untuk melakukan refund di loket stasiun terdekat.
“Silahkan cari moda transportasi lain. Karena dari dan ke Stasiun Bogor belum bisa dipakai jalurnya,” kata dia.
Sementara Kepala RS Sakit Salak, dr Mayor CKM Sarah menjelaskan, rata-rata korban mengalami luka memar pada bagian kaki.
“Tadi ada dua yang dirujuk ke RS Siloam Bogor untuk dilakukan CT Scan. Sementara ini para korban hanya mengalami trauma akibat benturan saja,” katanya.
Berikut nama korban penumpang yang dilansir VP Corporate Communication PT KCI:
1. Gina Yunita (16)
2. Nur Aini (33)
3. Suripto (57)
4. Tasya Aprilia Hamimi (21)
5. Nurhayati (49)
6. Lilis Septiani (23)
7. Pendi Suryadi (19)
8. Lilis (23)
9. Nurjanah (60)
10. Resti (32)
11. Neni (52)
12. Mery Yunita (34)
13. Safa (18)
14. Lisa (19)
15. Lisa (18)
16. Nano Maryono
17. Suripto
(pojokbogor/izo)






