BERITA UTAMAHukum & Kriminal Kab

Hati-hati! Ada Penipuan Modus Data Ulang kWh Meter di Sukabumi

×

Hati-hati! Ada Penipuan Modus Data Ulang kWh Meter di Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Masyarakat Sukabumi harus lebih berhati-hati lagi jika ada seorang yang mengaku sebagai petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang datang ke rumah untuk mengecek dan mendata ulang kilowatt hour meter alias Kwh Meter. Sebab bisa saja itu adalah komplotan penipu.

Sebab di wilayah Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi dilaporkan bahwa ada petugas yang mengaku dari PLN datang dan membuat masyarakat sekitar resah. Lantaran sang penipu beraksi untuk mendapatkan segepok rupiah dari warga.

Bank bjb Tandamata

PLN Sukabumi pun angkat bicara terkait kasus tersebut. Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi Wiwin Darwati mengatakan, saat ini tidak ada program pendataan ulang kWh. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa yang terjadi di wilayah Pabuaran adalah aksi penipuan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Untuk sementara sekarang PLN tidak ada program pendataan ulang KWH,” ujar Wiwin saat dihubungi melalui pesan digital kepada Radar Sukabumi, Selasa (10/11).

Wiwin menjelaskan, apabila pemeriksaan kWh meter, PLN tidak memungut biaya apapun dan kalau ada penggantian kWh rusak, Wiwin menyatakan hal itu tidak dibebankan kepada pelanggan.

“Adapun kalaupun ada pemeriksaan kWh meter, kami dari PLN tidak memungut biaya apapun dan kalaupun terjadi penggantian kWh karena rusak tidak dibebankan kepada pelanggan,” jelasnya.

Wiwin menambahkan, apabila ada yang mengatasnamakan PLN, pelanggan agar melakukan pengecekan identitas supaya tidaj terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Apabila ada yang mengatas namakan PLN silakan di cek identitasnya,” tutupnya.

Sementara itu, Dadan salah satu warga menambahkan, pihak PLN harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkiat hak itu. Karena memang, tidak seluruhnya masyarkat memahami mana petugas PLN asli atau palsu.

“Saya harap agar PLN melalui cabangnya masing-masing dapat memberikan penyampaian terkait modus penipuan itu kepada masyarakat atau pelanggan, karena terkadang kami (warga) apalagi yang di daerah kadang keburu kaget,” pungkasnya. (upi/rs)