Bencana Alam KabBERITA UTAMA

Haru Bercampur Bahagia, Begini Sahur Pertama Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung

×

Haru Bercampur Bahagia, Begini Sahur Pertama Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung

Sebarkan artikel ini
Para korban terdampak pergerakan tanah di Nyalindung saat menyantap sahur di lokasi pengungsian. (foto: ist)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sahur pertama pada Ramadan tahun ini pun dilalui oleh ratusan Warga korban bencana alam pergerakan tanah di Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi di posko pengungsian, Senin (6/5/2019).

Tentu ini bukanlah sesuatu yang mereka harapkan, namun takdir alam sudah berkehendak demikian.

Bank bjb Tandamata

Kepala Desa Kertaangsana, Agus Sudrajat mengatakan, suasana haru bercampur gembira pun menyeruak di dalam posko pengungsian sementara tersebut.

“Suasana haru campur gembira terlihat pada raut para pengungsi mereka harus merelakan makan sahur seadanya dan ada beberapa keluarga yang terpisah dengan orang tuanya,” kata Agus kepada Radarsukabumi.com.

Para korban terdampak pergerakan tanah di Nyalindung saat menyantap sahur di lokasi pengungsian. (foto: ist)

Adapun menu santap sahur tadi dini hari terbilang sangat spesial. Yakni, sop ayam, gulai ayam dan ayam goreng. Menu tersebut dibuat oleh para relawan BPBD Kabupaten Sukabumi serta aparat desa setempat.

“Semua menikmati walau dalam keadaan seperti ini,” ujar Agus.

Agus pun menjelaskan, pada hari pertama puasa ini diisi oleh sejumlah program. Warga pun berpuasa seperti biasa meski dalam kondisi yang tidak mereka inginkan.

“Ya, puasa seperti biasa saja,” tuturnya.

Sementara itu, dari data yang diperoleh Radarsukabumi.com, total ada 161 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 482 jiwa yang terdampak dari bencana alam pergerakan tanah di Nyalindung.

Para korban terdampak pergerakan tanah di Nyalindung saat menyantap sahur di lokasi pengungsian. (foto: ist)

Sedangkan data untuk jumlah rumah yang terdampak berjumlah 129 rumah.

(izo)