Technologi

Keren! PLN UP3 Sukabumi Kampanyekan Kompor Induksi

×

Keren! PLN UP3 Sukabumi Kampanyekan Kompor Induksi

Sebarkan artikel ini
Lomba memasak dengan kompor Induksi yang dilaksanakan oleh PLN UP3 Sukabumi. (foto: Lupi/radarsukabumi.com)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – PLN UP3 Sukabumi terus mengkampanyekan penggunaan kompor Induksi. Namun, kali ini cara sosialisasi dikemas kedalam acara lomba memasak dengan semua mitra kerja PLN.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Ichwan Sachroni mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi penggunaan kompor Induksi kepada pegawai dan mitra kerja PLN UP3 Sukabumi. 

Bank bjb Tandamata

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antara pegawai PLN dan mitra kerja, sekaligus mengsosialisasikan kompor Induksi atau kompor yang menggunakan tenaga listrik,” jelasnya kepada Radarsukabumi.com.

Menurut Ichwan, kompor induksi ini merupakan media atau alat memasak yang amat praktis, bersih dan tidak boros jika dibandingkan dengan kompor yang menggunakan tenaga gas.

“Apalagi ini kan bulan Ramadan, aktivitas dicampur tentunya jadi lebih banyak. Nah, kompor ini bisa menjadi solusinya. Jelas jika dibandingkan dengan kompor gas, kompor Induksi ini lebih irit, aman dan praktis,” sebutnya.

Kompor induksi, lanjut Ichwan, bekerja dengan prinsip induksi sehingga kompor tidak akan mengeluarkan panas tetapi masakan bisa cepat matang. Karena kompor induksi ini diatur oleh sebuah chip mikro kontroler yang menggunakan energi listrik.

“Saat ini kami gencar kampanyekan dilingkungan internal saja dan mitra kerja, alhamdulilah semua pegawai PLN UP3 Sukabumi sudah menggunakannya,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, dalam berbagai pameran, acara pemerintah daerah pihaknya juga memajangkan kompor Induksi agar dikenal masyarakat luas. Walaupun demikian, pengunaan di masyarakat masih belum banyak karena masyarakat belum mengenalnya.

“Kalau pengunaan di masyarakat mampang masih sedikit, kami pun terus lakukan sosialisasi dengan berbagai acara dan kegiatan. Kedepan, kompor ini akan menjadi alternatif masyarakat,” pungkasnya.

(upi/izo)