“Jenazah korban ditemukan setelah dua jam petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga sekitar memadamkan api. Saat itu, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan hangus dengan posisi terlentang,” paparnya.
Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan hasil asessmen petugas di lapangan, diduga kuat kebakaran ini akibat dari korsleting listrik.
Sebab, banyak tetangga korban yang melihat api berasal dari atap rumahnya. “Diketahui api mulai berkobar menjelang Adzan Isya. Saat itu pemilik berada di dalam rumahnya seorang diri. Mau pergi tapi tidak bisa karena terjebak di dalam,” katanya.
Akibat peristiwa ini, selain menewaskan pemilik rumah juga telah menelan kerugian materil. Sebab, seluruh isi rumah hangus dilalap si jago merah hingga nyaris rata dengan tanah.
“Beruntung saat kejadian, banyak warga yang membantu memadamkan api. Sehingga, api tersebut tidak merembet ke bangunan rumah warga yang lainnya. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Setelah api berhasil dijinakkan, sambung Daeng, jasad korban langsung dievakuasi petugas gabungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi untuk dilakukan visum.
“Setelah itu, jadad korban langsung diserahkan kembali kepada pihak keluarganya untuk dilakukan pemulasaran,” tandasnya.






