Pihaknya berharap, dengan adanya pemberlakuan ganjil genap ini dapat menekan mobilitas masyarakat di Kota Sukabumi. “Di hari pertama penerapan ganjil genap ini berjalan aman dan lancar. Mudah-mudahan bisa sesuai harapan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sukabumi, AKP Riki Fahmi Mubarok mengklaim pemberlakukan ganji genap pada hari pertama di sepanjang Jalan Siliwangi Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Menurut Riki, hari pertama diberlakukan uji coba kendaraan ganjil genap ini yang boleh melintas hanya kendaraan bernomor polisi ganjil, sesuai dengan tanggalnya 13 Agustus 2021. Sedangkan bagi kendaraan yang bernomor polisi genap akan diarahkan ke ruas jalan yang tidak memberlakukan ganjil genap.
“Jadi kita lihat dari nomor polisi kendaraanya dan tanggal. Misalnya hari ini merupakan tanggal ganjil, maka yang boleh melintas ke jalan Siliwangi adalah kendaraan dengan nomor polisi belakangnya ganjil. Sedangkan yang genap, diarahkan ke ruas jalan lain,” bebernya.
Ia menjelaskan, ada dua lokasi cek point di Jalan Siliwangi ini yaitu simpang Jangilus dan simpang Pelita. Anggota yang bersiaga gabungan Polri, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Menurutnya sejauh ini pelaksanaan uji coba ganjil-genap berjalan lancar.
“Terpantau aman, lancar dan terkendali. Saat ini kita juga melasanakan kegiaan edukasi masyarakat bahwasanya kegiatan ganjil genap ini dilakukan untuk menekan volume kendaraan, di ruas jalan tertentu dalam hal ini di jalan Siliwangi,” papar Riki.
Untuk sementara ini, sambung Riki kebijakan pemberlakukan ganjil genap hanya fokus di Jalan Siliwangi. Namun ada kendaraan yang tidak diberlakukan ganji genap atau pengecualian, yaitu TNI/ Polri, kendaraan ambulance, pemadam kebakaran, TNKB merah/ kuning, dan darurat Covid-19.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar melihat kembali nomor polisi kendaraan baik motor maupun mobil. Intinya kebijakan ini untuk menekan mobilitas masyarakat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” tandasnya. (bam/ris/t)






