SUKABUMI – Setelah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS secara resmi mengeluarkan SK pencalonan sebagai bakal calon (Balon) Wlikota Sukabumi kepada pertahana Achmad Fahmi, kini orang yang akrab disapa Kang Fahmi ini tinggal mencari calon pasangannya untuk maju di Pilwalkot 2018 mendatang.
“Pilihan itu tidak mudah dan analisis dilapangan juga tidak mudah dilakukan dengan cepat. Jadi, sabarlah dulu,” jelas Achmad Fahmi pada saat berbicang dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) Rahmad Yanadi didampingi jajaran redaksi di ruang rapat Kantor Graha Pena Harian Pagi Radar Sukabumi, kemarin (13/10).
Untuk pasangan dirinya nanti siapa, orang yang sehari-hari menggunakan kacamata ini menjelaskan bahwa pasangannya harus yang sudah memiliki Surat Keputusan (SK) dari partainya. “Kalau ditanya siapa nanti pasangannya, yang jelas akan berpasangan dengan yang sudah memiliki SK,” selorohnya.
Sementara untuk koalisi yang akan dibangun kedepan, ia menilai sangat memungkinkan terjadi dengan partai manapun. Karena konstelasi politik masih sangat dinamis. Saat ditanya adakah lawan politik yang berat, dirinya mengatakan bahwa semua balon sangatlah berat. Karena bagaimanapun, semua balon memiliki keunggulan masing-masing. “Semua balon yang akan maju sangat berat,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi ini.
Saat ditanya adanya kemungkinan berbeda koalisi dengan apa yang terjadi di Pilgub Jabar, dirinya kembali menerangkan bahwa pihaknya sudah memiliki pengalaman.
Kalaupun beda koalisi, tidak jadi masalah. Tapi, dirinya berharap koalisi Pilgub bisa dibawa ke Pilwalkot agar memudahkan dalam pemenangan. Namun meski begitu, dirinya tidak terlalu khawatir bila terjadi perbedaan dalam berkoalisi.
“Sekarang, kita mencari koalisi yang memiliki chamestery baik lah. Jadi masih mungkin dengan partai manapun. Baik itu PKS berkoalisi dengan PKB, atau Masagi (PPP dan PAN red), Nasdem, Golkar, Hanura dan bahkan PDI Perjuangan sekalipun,” terangnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk saat ini jaringan yang mendukung Achmad Fahmi sudah mulai terbentuk. Bahkan, sudah ada tujuh jaringan yang sudah mendukung pada dirinya. Mulai dari Jasmi, Resmi, Arafah, Kahfi dan lain-lain. Ke-tujuh jaringan itu merupakan dukungan politik kepada personal.
Uniknya, ke tujuh jaringan tersebut memiliki pangsa pasar yang berbeda. Ada yang bergerak di ibu-ibu pengajian, kepemudaan dan lain-lain. “Ke-tujuh jaringan ini sudah masuk ke wilayah ke-RW-an,” tukasnya.(hnd)





