Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan, mengaku prihatin terkait tiga warganya yang menjadi korban dugaan tidak pidana trafficking.
“Ketiga warga Kabupaten Sukabumi yang masih berusia remaja ini, sudah di jemput oleh anggota dari Polres Sukabumi Kota dari Bangka,” jelas Yani kepada Radar Sukabumi, Senin (27/1).
Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk berupaya memulangkan ketiga warganya tersebut.
“Siang tadi (kemarin. red), saya sudah ke Mapolres Sukabumi Kota untuk melihat kondisi kesehatan mereka. Saat itu, kami bersama pihak kepolisian langsung menyerahkan ke tiga warga itu kepada orangtuanya. Iya, tadi orangtuanya datang ke Mapolresta Sukabumi untuk melakukan penjemputan anaknya,” ujar perempuan ramah ini.
Saat orangtua korban menjemput anak-anaknya, P2TP2A Kabupaten Sukabumi langsung memberikan edukasi kepada orangtuanya agar menjaga putri-putrinya dengan baik. “Selain itu, kami juga menyarankan kepada orangtuanya yang memiliki anak di usia 15 tahun agar kembali ke sekolah,” bebernya.
Selain mempertemukan kepada orangtuanya masing-masing, P2TP2A Kabupaten Sukabumi juga berencana akan melakukan trauma healing terhadap seluruh korban yang menjadi korban tindak pidadan trafficking itu.
“Insya Allah nanti, kita akan mengunjungi rumahnya untuk melakukan trauma healing untuk pemulihan mental dan psikisnya,” timpalnya.
Untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kasus serupa, pihaknya mengaku akan menggencarkan sosialisasi ke lingkungan masyarakat dan setiap sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi. “Ini perlu dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif agar kasus seperti ini, tidak terulang kembali di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Sedangkan, Sekretaris P2TP2A Kota Sukabumi, Joko Kristianto mengakui belum menerima laporan atau aduan ada warganya yang menjadi korban trafficking. Kendati demikian, pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan satgas trafficking.
“Kami belum mendapat informasi. Terima kasih, kami segera koordinasi dengan Satgas Trafficking,” singkatnya.(den/upi/bal/t)






