Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum melakukan duel ala gladiator, korban diketahui telah dijemput oleh tiga temannya dengan sepeda motor Yamaha Mio. Saat berangkat dari rumahnya, keluarga korban tidak mengetahui secara pasti bahwa korban ini hendak pergi kemana. Namun, sekira pukul 19.30 WIB mereka dikejutkan dengan informasi bahwa korban telah dikabarkan meninggal dunia.
“Korban ini, dulunya sekolah di salah satu SMP yang ada di wilayah Kecamatan Gunungguruh. Tapi, sekarang sudah pindah sekolahnya melalui Paket C. Iya, katanya karena keterbatasan ekonomi. Sementara, ibunya kerja sebagai buruh migran di Negara Malaysia,” tandasnya.
Ketika disinggung mengenai motif pelajar tersebut melakukan duel ala gladiator. Agus menjawab, bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, motif mereka demi ketenaran kelompok sekolahnya. Terlebih, duel maut tersebut, telah sengaja mereka rekam untuk dijadikan konten di media sosial.
“Motifnya hanya nantang duel antar sekolah, ego mereka biasa nunjukin eskistensi dirinya, untuk memenangkan gengsi dan ketenaran nama kelompok sekolah mereka,” timpalnya.
“Jadi, mereka ingin eksis di medsos. Nah, waktu itu dari salah seorang dari meraka ada yang bagaian operator live streaming di akun Instragram. Ini nanti kita telusuri penyelidikannya. Langkah kepolisian mencari barang bukti, keterangan saksi-saksi dan secepat mungkin pelaku dapat ketangkap. Sementara ini, pelaku baru teridentifikasi 4 orang,” pungkasnya. (den/d)






