Ia juga menyoroti aspek keadilan sosial dan etika bisnis. Menurut Mafirion, banyak konsumen rela membayar lebih mahal karena percaya bahwa air Aqua berasal dari mata air pegunungan yang dianggap lebih murni dan alami. Jika ternyata air tersebut hanya berasal dari sumur bor, maka perusahaan dinilai telah mengeksploitasi kepercayaan publik.
Mafirion menegaskan bahwa negara harus hadir dan tidak membiarkan praktik bisnis yang menyesatkan publik. Ia menyebut persoalan ini menyangkut integritas informasi, hak konsumen, dan tanggung jawab sosial korporasi. Menurutnya, pemerintah tidak boleh diam terhadap praktik semacam ini.(**)






