RADARSUKABUMI.com – SUKABUMI – Ratusan massa dari Aliansi Ormas Islam Sukabumi turun kejalan mendoakan etnis minoritas muslim Uighur China yang diduga mendapat tindakan diskriminasi dan kekerasan. Kepedulian ummat muslim Sukabumi yang dikemas dalam aksi solidaritas tersebut, sedikitnya diikuti oleh 40 ormas islam.
Pantauan Radar Sukabumi, ratusan massa yang membawa berbagai atribut dan armada yang memperlihatkan bentuk kepedulian terhadap muslim Uighur tersebut awalnya berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Kemudian, massa melakuakan long march melalui Jalan A Yani yang kemudian masuk ke Jalan Ir Juanda dan berakhir di depan Kantor Pemkot Sukabumi dengan menyuarakan tuntutan serta doa untuk muslim Uighur tersebut.
Ketua Pelaksana aksi solidaritas muslim Uighur, Budi Lesmana mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan beberapa pernyataan sikap atas dugaan tindakan kekerasan dan meminimalisasi terhadap musim Uighur tersebut. “Pertama, mengutuk keras tindakan Pemerintah Tiogkok dengan menggunakan cara kekerasan untuk menyelesaikan konflik,” jelasnya.
Kemudian, tindakan kekerasan dan diskriminatif yang dilakukan Pemerintah Tiongkok pada Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok, bertentangan dengan landasan perikemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang tentunya sudah dijamin oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
“Kami mendesak PBB untuk menyelidiki kasus kemanusiaan yang dialami muslim Uighur dan meminta pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah diplomatik untuk mencapai perdamaian dunia dengan menjunjung tinggi prinsip perikemanusiaan dan berkeadilan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta meminta Pemerintah Indonesia untuk membekukan sementara segala hubungan diplomatik dengan Tiongkok sebagai wujud peringatan keras atas adanya tindakan yang menyimpang yakni masalah kemanusiaan dan keadilan.
“Dan yang terakhir, menghimbau kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD Sukabumi, untuk mengirimkan aspirasi masyarakat Islam Sukabumi kepada pemerintah pusat, serta dapat mendukung upaya penggalangan bantuan dan donasi untuk umat muslim di Uighur ini,” tutupnya.
(upi)






