CIKOLE – Dinas Komunikasi dan Informasi ( Diskominfo) Kota Sukabumi terus berupaya untuk mengcounter berita hoax atau bohong yang menyebar di masyarakat.
Sampai saat ini sudah ada sebanyak 20 berita hoax yang bersumber dari aplikasi whatsapp, facebook, instagram, dan sejenisnya.
“Kita sudah mengcounter sebanyak 20 berita hoax, sepertihalnya akun palsu pejabat, dan mengenai bantuan sosial,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi Yadi Mulyadi.
Untuk itu, Yadi menyarankan kepada masyarakat agar selalu bijak dalam menyikapi setiap kabar yang beredar melalui berbagai platform digital. Jangan sampai menelan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Bisa tanyakan kepada kami langsung atau melalui website, aplikasi resmi pemerintah Kota Sukabumi,” jelasnya.
Sementara itu, terkait aduan dari masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kota Sukabumi melalui Sukabumi Participated Responder (Super) dan aplikasi e-Lapor, selama bulan September 2021 mencapai 26 aduan.
Dari jumlah tersebut, paling tinggi yang diadukan oleh masyarakat mengenai fasilitas umum. Yakni, Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan jalan, dan kategori penanganan bencana.
“Di bulan September kemarin, aduan yang masuk ke kita mencapai 26. Baik itu lewat Super ataupun e-Lapor,”ujarnya.
Yadi mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan bulan yang sama, tahun ini alami penurunan.
Dimana di bulan September tahun 2020 aduan atau berupa masukan dan pemikiran dari masyarakat yang masuk melalui kedua aplikasi tersebut berjumlah 29 aduan.
“Iya, kalau dibandingkan dnegan tahun sebelumnya memang alami penurunan,”terangnya.






