Diduga Korupsi, Perumda ATE Kabupaten Sukabumi Diperiksa Kejaksaan  

  • Whatsapp
SUASANA : Kasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Aditia Sulaeman saat berada di kantor Perumda ATE Kabupaten Sukabumi, di ruas Jalan Raya KH. Ahmad Sanusi, Nomor 51, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Jumat (26/11).

SUKABUMI — Sejumlah petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, menggeruduk kantor Perusahaan Daerah Aneka Tambang dan Energi (Perumda ATE) Kabupaten Sukabumi, di ruas Jalan Raya KH. Ahmad Sanusi, Nomor 51, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Jumat (26/11). Hal ini, sengaja dilakukan lantaran Perumda ATE, diduga melakukan tindak pidana korupsi penyertaan modal.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Aditia Sulaeman kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi kantor tersebut, karena berdasarkan laporan dari masyarakat, Perumda ATE disinyalir melakukan korupsi pada anggaran penyertaan modal pada tahun 2017.

Bacaan Lainnya

“Pada intinya, pemeriksaan ini masih mengumpulkan keterangan dan belum masuk kedalam. Karena perkaranya masih pada tahap Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket),” kata Aditia kepada Radar Sukabumi usai melakukan pemeriksaan terhadap jajaran Direksi Perumda ATE di Jalan Raya KH. Ahmad Sanusi, Nomor 51, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Jumat (26/11).

Sewaktu melakukan pemeriksaan, sambung Aditia, terdapat empat pejabat tertinggi di Perumda ATE yang dicecer pertanyaan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi. Yakni, Direktur Utama, PLT Dewan Pengawas, Bendahara dan juga Tim Auditor.

“Barusan sudah ada empat orang yang kami periksa. Namun ketika ditanya apakah direktur utama sudah mengetahui aturan dalam menjalankan fungsinya, ia mengatakan tidak tahu,” tandasnya.

Setelah pemeriksaan ini, pihaknya mengaku telah mendapatkan beberapa poin yang akan dijadikan laporan kepada pimpinannya. Untuk itu, dirinya memastikan akan ada pemeriksaan kembali dalam hal pengembangan perkaranya.

“Jadi, yang kita periksa sekarang itu Direksi baru dan Direksi lama pun rencananya akan kita lakukan pemeriksaan juga, nantinya,” bebernya.

Ketika disinggung mengenai jumlah nilai kerugian pada kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penyertaan 2017 itu, dirinya menjawab, tidak mengetahui. “Pemeriksaan kami mulai dari pukul 09.30 WIB sampai pukul 13.24 WIB. Kita belum tahu untuk jumlah kerugiannya dan belum mengerucut kepada tersangka juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dewan Pengawas Perumda ATE Kabupaten Sukabumi, Ahmad Heryadi kepada Radar Sukabumi menjelaskan, jajaran Direksi baru saat ini sedang berupaya maksimal untuk mempersiapkan kinerja Perumda ATE agar lebih baik.

“Kalau untuk masalah kasus atau permasalahanya. Seperti sekarang yang diperiksa oleh Kejaksaan, nanti sama Pak Kasi ajah tanyanya,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *