Sementara itu, Kepala Operasional Sukabumi-Bogor, Rindo Ridwan menambahkan, perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi dan melakukan rekanan kerja dengan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Wilayah Sukabumi, Bogor dan Cianjur ini mengalami penyusutan pendapatan.
“Perusahaan yang dikelolanya itu mengalami kerugian, karena biasanya mobil truk disewa oleh pihak rekanannya itu sekitar 10 atau 15 unit perhari.
Namun, terakhir kemarin hanya dua unit bahkan tidak sama sekali,” bebernya.
Rindo menegaskan, pemberhentian para driver dan helper ekpedisi tersebut bukan merupakan PHK.
Hanya saja, pihaknya meminta agar para driver bisa sama-sama mengerti ditengah kondisi seperti ini.
“Dengan kondisi perusahaan seperti ini, kurang lebih satu tahun kita mengalami surut, tapi kita tetap eksis, sampai dengan wabah Corona kemarin.
Awalnya kita berikan uang tali kasih dengan jumlah satu kali gajih namun ditolak, terus ditambah lagi jadi Rp 1,25 juta gajih ditolak juga, hingga terakhir di angka Rp 1,5 gajih masih ditolak juga, atas aksi ini kami akan mencoba kembali mengoordinasikan dengan kantor pusat,” tandasnya.(upi)






