“Selagi PPKM sudah ada kelonggaran, jadi saya bersama keluarga datangkePalabuharatu ini. Sudah jenuh kami harus tinggal di rumah terus dan harus refreshing biar gak stres,” ujarnya dengan canda, Minggu (12/09).
Senada dengan Diki, wisatawan dari Cisaat, Yudi menambahkan, dirinya datang ke Palabuhanratu bersama keluarganya untuk mencairkan suasana yang sudah jenuh dengan berbagai aturan. Meskipun ada rasa was-was karena pasti akan banyak yang datang.
“Senang sudah PPKM Level 2 dan tempat wisata sudah dibuka. Makanya selagi ada waktu senggang serta keluarga minta rekreasi, makanya datang ke Palabuhanratu ini. Selain jaraknya tidak jauh, lumayan untuk hilangkan kejenuhan,” singkatnya.
Di sisi lain, Yudi mengaku sangat menyayangkan masih banyak yang tidak menerapkan prokes terutama menggunakan masker. Padahal mereka membawanya. Tetapi tidak digunakan. Kemudian tidak terlihat petugas yang menghimbau.
“Masih banyak yang tak pake masker, jadi khawatir juga. Seharusnya ikuti aturan pemerintah agar objek wisata tetap dibuka dan tidak ada penambahan terpapar Covid-19. Saya juga dari tadi tidak melihat petugas yang menghimbau wisatawan (menerapkan prokes) di sini,” keluhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua BalawistaKabupatenSukabumi, Yanyan Nuryanto melalui Kabid Kemitraan dan Kerjasama, Rizky Faizal membenarkan tingkat kunjungan wisata relatif ramai.






