SUKABUMI – Debat publik perdana pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, di Grand Cikareo Regency, pada Jumat (8/11) malam berlangsung sengit. Tiga paslon, Achmad Fahmi-Dida Sembada, lalu Ayep Zaki-Bobby Maulana, dan Mohamad Muraz-Andri Hamami memaparkan visi misi serta program yang ditawarkan ke publik.
Ketiga paslon saling melempar pertanyaan dan menepisnya hingga suara para relawan, tim, dan simpatisan yang hadir bergemuruh dengan semarak untuk menyemangati jagoannya masing masing.
Ketua KPU Kota Sukabumi, Iman Sutrisno bersyukur, debat publik perdana berlangsung aman dan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan. Pun dijaga ketat dari aparat keamanan.
“Alhamdulillah, sebagaimana kita saksikan tadi bersama secara umum berjalan sesuai dengan yang direncanakan, berjalan lancar, dinamis, tapi memang demikianlah dalam perdebatan,” ungkap Imam usai debat publik.
Ia meyakini masyarakat dapat menyaksikan dengan baik, karena debat publik hari ini dinilai mampu mentriger seluruh paslon untuk menyampaikan kedalaman visi misi dan program gagasan gagasan yang telah ditawarkan untuk Kota Sukabumi.
“Kalaupun ada dinamika saya kira beberapa miss komunikasi bisa saja terjadi, namun walaupun harus terbuka komunikasi siapa pun, merasa ada inkonsistensi kita tentu saja akan menjelaskan, tetapi tadi setelah selesai kami komunikasi, kami meminta maaf dalam hal hal seperti ini secara teknis miss komunikasi dan sebagainya saya kira masih wajar,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, tugas KPU memang harus menyampaikan terkait hal hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Tidak hanya saat debat terselenggara tapi sejak rakor.
“Kami lihat tapi ekspresi yang disampaikan oleh pasangan calon alhamdulillah masih dalam batas wajar. Mencerminkan bahwa kita mengikuti kegiatan ini dengan begitu semarak, ada semangat yang positif, terpenting suhu politik kedepan kita sama sama upayakan tetap sejuk,” pungkasnya. (ris/d)






