Kedepan, pihaknya akan fokus menstabilkan produksi internal, menaikkan kualitas produksi sehingga mampu memenuhi permintaan buyer. Tak hanya itu, dirinya berharap mampu menghadapi rintangan-rintangan selama masa pandemi dan dapat terus mempertahankan keberlangsungan perusahaan.
“Sebernarnya kami tegaskan bahwa perusahaan ingin mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja, karena khawatir akan sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi ini, tapi ternyata sudah ada opini-opini yang muncul di karyawan yang bukan management, maka ketika karyawan meminta diri untuk di PHK maka kami akan memfasilitasinnya, “cetusnya.
“Dan semoga dikemudian hari, situasi dapat menjadi lebih baik dan PT. Glostar Indonesia dapat berkembang besar, memberikan lowongan kerja kepada masyarakat Sukabumi serta memberikan sumbangsih dalam membangun perekonomian daerah dan Indonesia, “tukasnya.
Sebelumnya Ribuan buruh pabrik PT GSI I Cikembar, Jalan Raya Pelabuhan II, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, melakukan aksi demonstrasi soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi Covid-19, Selasa (6/10).
Aksi yang dipusatkan di depan halaman development Blok A PT GSI I Cikembar itu, merupakan salah satu bentuk kekecewaan buruh terhadap pihak perusahaan. Salah seorang buruh PT GSI I Cikembar, Jamaludin (30) warga Kampung Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Cikembar mengatakan, aksi demonstrasi ini merupakan aksi spontanitas buruh terhadap pihak perusahaan.
Buruh menuntut PT GSI I Cikembar untuk melakukan PHK secara keseluruhan. Namun, faktanya pihak perusahaan hanya melakukan PHK setengah dari jumlah karyawannya. “PT GSI I Cikembar ini, hanya melakukan PHK karyawan di Blok A saja. Sementara, sisanya buruh tidak di PHK,”kata Jamaludin kepada Radar Sukabumi, Selasa (6/10).
Ribuan buruh meminta di PHK kepada pihak perusahaan. Lantaran, mereka khawatir apabila dalam waktu dekat ini peraturan Omnibus Law sudah disahkan, maka jika terjadi PHK para buruh tidak akan mendapatkan uang pesangon. Untuk itu, saat para buruh lain di PHK, ia bersama teman buruh lainnya langsung melakukan aksi demonstrasi di halaman pabrik. (den/d)






