SUKABUMI – Jumlah kasus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Dari data terbaru yang diterima Radar Sukabumi, pasien PDP yang meninggal bertambah tiga orang menjadi 14 pasien.
“Jadi pada update hari ini (kemarin. red) ada penambahan kasus meninggal PDP dengan jumlah total menjadi 14 orang,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami), Harun Alrasyid kepada Radar Sukabumi, Minggu (17/5).
Ketiga pasien PDP yang meninggal ini, telah dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit penyerta. Seperti pasien pertama akibat sepsis dengan peritonitis atau pendarahan dan peradangan dibagian perut.
Sedangkan pasien kedua dengan gangguan CVD (CARDIO VADCULAR DISEASE) ganguan jantung. “Sementara pasien terakhir, meninggal dunia karena penyakit diare akut gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi berat,” bebernya.
Semua pasien yang meninggal dengan status PDP ini, telah dikebumikan dengan menjalankan protokol kesehatan. “Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya untuk mencegah dari hal-hal yang tak diinginkan,” timpalnya.
Untuk memastikan ketiga pasien ini positif atau tidaknya terpapar virus corona, petugas medis telah melakukan pemeriksaan rapid test. “Hasilnya negatif. Meski demikian, kami juga sudah mengirimkan samle swab. Tapi belum keluar hasilnya,” aku Harun.
Sementara itu, data jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Sukabumi berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi virus corona Kabupaten Sukabumi, terhitung pada Minggu (17/5) pukul 12.00 WIB, terdapat 4300 orang.
Namun yang selesai pemantauan terdapat 4045 orang. Sementara yang masih dalam pemantauan terdapat 255 orang.
Sedangkan jumlah PDP yang diawasi terdapat 186 orang. Namun 95 orang selesai pengawasan dan 77 orang masih dalam pengawasan serta 14 orang PDP meninggal dunia.
Sedangkan pasien yang positif covid 19, berdasarkan hasil sample swab dari awal hingga saat ini, ada 24 orang empat diantaranya sembuh dan 20 orang masih dalam tahap pengawasan rumah sakit dan Puskesmas setempat. (den/radarsukabumi.com)






