Cikidang Bukan Jalur Tengkorak

  • Whatsapp

Sementara untuk teknisnya, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan kepolisian selama tidak merugikan pengelola wisata. Karena yang dirinya lihat, kejadian tersebut murni kelalaian pihak pengendara yang tidak sesuia SOP.

“Kesimpulannya adalah, masayarakat ingin pemerintah berbenah yang melibatkan pihak pengelola dan kepolisian untuk mencari jalan keluarnya. Karena kalau dilihat dari kemarin-kemarin, jalur ini kan suka digunakan para pejabat daerah melintas. Apakah mereka tidak melihat dan merasakan jalan ini lanyak atau tidak.” ucap Thamrin.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, salah seorang warga, Juki (35) menambahkan, akibat dari kejadian ini arus lalu lintas yang biasanya ramai tidak lagi seperti sebelumnya. Bahkan, warung-warung yang berada di wilahyah jalur tersebut sepi pengunjung.

Untuk itu, demi menjaga agar ekonomi masyarakat tidak sepi, pemerintah harus segera mengambil langkah solusi. Semisal mulai berbenah memasah lampu penerangan dan rambu-rambu berbahaya dijalan tersebut. “Saya mendorong pemerintah agar jalur ini dibenahi dan stigma soal jalur tengkorak dihilangkan,” pintanya.

Sementara itu, kabar terbaru datang dari Muhammad Adam, kernet bus maut yang terlibat kecelakaan di Leter S Cikidang. Setelah dirujuk dari RSUD Palabuhanratu ke Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdikpol, kini kernet yang nyambi jadi sopir bakal menjalani operasi. Pantauan Radar Sukabumi, Muhammad Adam dirujuk ke RS Bhayangkara pada Senin (11/9) untuk menjalani operasi patah tulang.

Penanggungjawab IGD RS Bhayangkara, dr Maria Ulfa Nasution mengungkapkan, kernet bus maut yang menewaskan 21 korban jiwa ini mengalami luka patah tulang kanan pada bagian bahu dan siku. “Pasien atas nama Muhamad Adam ini mengalami luka patah patah tulang dibagian tangan kanannya,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui di RS Bhayangkara, kemarin (12/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *