Cikidang Bukan Jalur Tengkorak

  • Whatsapp

“Kalau ambil sejarahnya, tahun 2015 jalan tersebut sudah diperbolehkan dan dinyatakan laik oleh provinsi ditandai dengan adanya kegiatan kejuaran dunia arum jeram. Masa sekarang setelah ada kejadian (kecelakaan maut) main ditutup saja,” timpal Thamrin.

Dirinya berpendapat, bahwa dengan adanya kasus ini ditelusuri dari mana kesalahan sebenarnya. Mulai ke Dinas Perhubungan, PU dan Dinas Pariwisata. Dengan kejadian tersebut, dirinya meminta semua pihak melakukan pembenahan yang nyata. Jangan sampai terulang kembali. Saat ditanya soal kerugian akibat dari kejadian kecelakaan tersebut, pihaknya mengaku ada penurunan wisatawan hingga 50 persen.

Bacaan Lainnya

“Saya sarankan kepada pemegang kebijakan. Pengontrolan harus dijalankan dengan benar. Kita juga tahu semua bahwa kejadian seperti ini juga pernah terjadi di Puncak, dan pernah ditutup juga. Nah sekarang yang jadi pertanyaan, mau sampai kapan ditutup untuk bus yang dilarang masuk kejalan tersebut,” herannya.

Pihaknya akan terus mendorong kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Priwisata, muspika dan kepolisian untuk duduk bareng menyelesaikan permasalah ini. Karena kalau tidak segera dibahas, ini akan berdampak kepada ekonomi masyarakat yang mengantungkan hidup dibidang pariwisata Arum Jeram.

“Kami selaku pengelola siap melaksanakan evaluasi sesuai kesepakatan yang dibuat pada tahun 2013, yakni semua pengelola harus melakukan pengawalan terhadap tamu yang akan masuk ke jalur ini agar tidak terjadi lagi yang tidak diinginkan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *