“Tanpa terasa, drum akhirnya penuh. Pada hari pembukaan drum, mengajak delapan orang untuk membantu menghitung uang receh yang terkumpul. Proses penghitungan dimulai pukul 07.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 17.00 WIB,” jelasnya.
“Kami kemas uang recehan itu dalam plastik, masing-masing kantong berisi 500 keping. Untuk pecahan Rp 1.000, satu kantong bernilai Rp 500.000, sedangkan untuk pecahan Rp 500 bernilai Rp 250.000,” imbuhnya.
Setelah dihitung, lanjut Sodikin total uang dalam drum tersebut mencapai hampir Rp 70 jutaan, dan rencananya uang yang terkumpul akan digunakan untuk menambah modal usaha bengkelnya, sebagian lagi akan ditabung dengan disimpan di bank sebagai tabungan.
“Senin nanti, kami rencanakan menukar uang receh ini ke bank. Semoga dengan tambahan modal ini, usaha bengkel kami bisa berkembang lebih baik,” paparnya.
“Iya kalau kita mau sabar dan terus berusaha, hasilnya pasti akan kita rasakan. Jangan pernah menyerah meski awalnya terlihat sulit,” tuturnya. (ndi/d)





