Namun sebenarnya, walaupun dirinya sudah terbiasa dengan berbagai macam penyakit menular, rasa khawatir dan cemas sebagai manusia pada umumnya tetap ada.
“Saat di awal itu, bagaimana saya terus memberikan motivasi dan lainnya kepada semua tim agar tidak khawatir.
Bahkan saya sebagai manusia biasa tetap memiliki rasa khawatir, namun kuncinya ada pada menajemen diri, sehingga saat ini rasa khawatir saya hanya tinggal 10 persen, dan semangat inilah yang saya sampaikan kepada semua tim, terimakasih kepada semua pihak, mulai dari para dokter, bidan, perawat, cleaning service hingga security yang telah bekerja dengan baik. ” ujarnya.
Kunci kinerja tim yang hingga saat ini tiada henti dan lelah menangani semua pasien adalah menjaga sikologinya, agar tetap semangat.
Tidak lupa, dirinya selalu mengajak agar terus berdoa dalam perjungaanya tersebut.
“Dalam kondisi seperti ini, pertama sikologis yang terus harus terjaga. Kami ikhlas berjuang bersama kemudian sisanya kami serahkan kepada yang diatas,” ucapnya.
dr M Mujang Giri Rahadar juga menceritakan awal mula dirinya mendapat kabar bahwa dirinya harus melakukan rapid tes, karena dianggap orang yang paling bersiko yang setiap harinya berhadapan dengan pasien ODP, PDP bahkan hingga pasien yang terkonfirmasi positif.
“Saya mendapat kabar di handphone, saya harus melakukan rapid tes. Jujur cemas pasti ada, kemudian saya bilang kepada kelurga serta segala kemungkinannya.






