Laga semifinal Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2018 antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC akan mencatat sejarah baru dalam lembar perseteruan masing-masing pendukung. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, Bonek dan Aremania berada dalam satu stadion. Momen kebersamaan kedua tim dalam satu stadion terakhir kali terjadi pada 1997 silam di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya.
Menurut penulis buku berjudul “Imagined Persebaya”, Oryza A. Wirawan, Jumat (2/3) hari ini sejarah akan mencatat bahwa Bonek dan Aremania bisa duduk bersama dalam satu stadion untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir.
“Terakhir kali 1997 di Tambaksari, hasil akhir 0-0. Saat itu Aremania ada 50 orang dan duduk di tribune barat, dengan kawalan Polisi dan TNI. Babak kedua mereka dipulangkan lebih cepat. Situasi saat itu juga aman,” urai Oryza kepada JawaPos.com.
“Seharusnya ini juga bisa dilakukan di Malang. Tapi ternyata tidak terjadi. Akhirnya proses perdamaian dari tribune gagal,” imbuhnya.
Berkumpulnya Bonek dan Aremania di Stadion Palaran sore nanti memang dikhawatirkan akan berujung rusuh. Apalagi kedua suporter memang terlibat rivalitas yang tak kunjung padam hingga saat ini.
Namun, Oryza memiliki pandangan lain. Ia yakin bentrok antara Bonek dan Aremania tidak akan pecah di Palaran sore nanti. Bonek asal Jember itu optimistis aparat keamanan akan melakukan antisipasi dengan baik tanpa harus paranoid.



