SUKABUMI, RADARSUKABUMI.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung kembali mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi khususnya yang tinggal di pesisir pantai Selatan Sukabumi, untuk meningkatkan kewaspadannya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, ada potensi gelombang tinggi mulai 2,5 hingga 4 meter di beberapa perairan Jabar Selatan. Salah satunya di perairan laut lepas Selatan Sukabumi.
Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya kepada Radar Sukabumi mengatakan, gelombang tinggi berpeluang terjadi di Perairan Selatan Sukabumi. Peluang yang sama juga diprediksi terjadi di Samudera Hindia Selatan Sukabumi dan di beberapa perairan lain. Diantaranya Perairan Selatan Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Serta wiayah Samudera Hindia Selatan di daerah-daerah tersebut.
“Peringatan dini gelombang tinggi ini, berlaku hingga Sabtu 9 Januari 2021,” jelas Tony kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Jumat (08/01/2021).
Untuk itu, BMKG mengingatkan risiko tinggi terhadap pelayaran perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau pesiar. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diminta untuk selalu waspada.
“Para nelayan diharapkan dapat mempertimbangkan risiko pelayaran,” bebernya.
Sementara itu, Humas SARDA Pos Ciracap, Noyief Naretsya kepada Radar Sukabumi menjelaskan, sudah beberapa hari terakhir cuaca alam khususnya di perairan laut Selatan Sukabumi, memang tengah terjadi gelombang pasang.
Bahkan, pada Kamis (7/1/2021) lalu, sebuah perahu nelayan asal Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap dihantam gelombang pasang hingga terbalik di sekitaran kawasan Muara Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud.
“Alhamdulillah, kedua nelayan yang berada di kapal itu, berhasil menyelamatkan diri. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Saat ini kondisi air di laut Selatan Sukabumi, masih dalam kondisi normal dengan ketinggian gelombang sekitar dua sampai tiga meter. Seperti di pantai Cibuaya, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap. Meski demikian, pihaknya menghimbau pada saat cuaca tidak menentu seperti ini. Salah satunya, para nelayan harus tetap waspada.
“Para nelayan di wilayah perairan Selatan Sukabumi, khsususnya di nelayan Ujung Genteng masih tetap pergi melaut untuk mencari ikan. Iya, walaupun cuacanya tidak menentu, kadang bagus, tapi tiba-tiba buruk. Bahkan sampai terjadi badai. Jadi, saya harap nelayan harus waspada,” pungkasnya. (den/t)




