BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bendungan Cimerong Sukabumi Minta Tumbal, 2 Remaja Tenggelam, Sebelumnya 2 Mahasiswa UNJ Jadi Korban

×

Bendungan Cimerong Sukabumi Minta Tumbal, 2 Remaja Tenggelam, Sebelumnya 2 Mahasiswa UNJ Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Korban tenggelam warga Kampung Gunungjaya, RT (14/3), Desa Gunungjaya, Kecamatan cisaat, saat dikebumikan, Rabu (17/6).

SUKABUMI — Bendungan Cimerong yang berada di Kampung Cijambu RT (2/1) Desa Sukasari, Kecamatan cisaat kembali memakan korban. Kali ini, dua remaja asal Cikaroya meninggal usai berenang di bendungan tersebut.

Sebelumnya sekitar 2016, 2 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dikabarkan meninggal usai terseret banjir bandang saat berselfie.

Bank bjb Tandamata

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi dua korban tenggelam ini yakni, Ahmad Fajriya Muhamaram (13 ) dan Jihad Abdilah (12).

Insiden terjadi sekira pukul 09.00 WIB, bermula ketika dua korban tengah berengan bersama dua teman lainnya. Naasnya, ketika tengah bermain dan meloncat dari atas bendungan ke dua korban tenggelam.

“Pertama kali saya mendapatkan laporan dari ke dua teman korban bahwa Ahmad dan Jihad terjadi kecelakaan. Sehingga saya langung melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib dan bersama warga lainnya langsung mendatangi tempat kejadian musibah,” ungkap Ketua RT 14, Sudarjat (63) kepada Radar Sukabumi disela pemakaman korban, Rabu (17/6).

Sudrajat menjelaskan, pencarian korbanpun dilakukan oleh pihak yang berwajib dan pemerintah setempat. Alhasil, tidak lama kemudian petugas menemukan jenazah Jihan yang sudah mengambang dipermukaan air.

Sementara, jenazah Ahmad ditemukan petugas di dalam air dan kondisinya terjepit bebatuan sehingga tidak tembul kepermukaan air.

“Kalau jenazah Jihan ditemukan sudah mengambang, tapi korban satunya lagi Ahmad ditemukan di dalam air dengan kondisi terjepit bebatuan. Pencarian dilakukan hingga sekitar pukul 11.00 WIB,” ujarnya.

Karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, lanjut Sudrajat, sehingga jenazah ke dua korban ini langsung dibawa ke rumah duka dan sekitar pukul 2.00 WIB, ke dua korban langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunungjaya yang tidak jauh dari tempat tinggal korban.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi karena kejadian ini murni musibah, sehingga ke dua korban langsung dimakamkan,” paparnya.

Di tempat sama, Mustopa (56) orang tua korban Ahmad Fajriya Muhamaram mengaku, kaget saat mendengar anaknya terjadi kecelakaan.

Sehingga, setelah mendapatkan informasi keluarga langsung menuju lokasi kejadian bersama pemerintah setempat.

“Saat mendengar informasi itu, saya masih bekerja dan langsung pulang menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenarannya. Benarsaja, saat tiba dilokasi anak saya sudah dalam keadaan meninggal,” imbuhnya.

Menurut Mustopa, anak ketiganya ini jarang bergaul dengan warga sekitar karena pesantrennya di daerah Cianjur sehingga hanya waktu tertentu bisa pulang ke rumah.

“Saya tidak menyangka bakal terjadi seperti ini, padahal anak saya jarang sekali bergaul dengan temannya karena memang dia sekolah sambil mesantren di daerah Cianjur. Dengan berat hati kami menerima musibah ini dengan lapang dada,” pungkasnya. (bam/d)