BERITA UTAMAinformasi sukabumi

Belum Lockdown Corona Saja, Ekonomi Sukabumi Merosot 50 Persen

×

Belum Lockdown Corona Saja, Ekonomi Sukabumi Merosot 50 Persen

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Salah satu korban dari wabah virus corona atau COVID-19 adalah perekonomian. Tak dipungkiri pasca merebaknya virus yang berasal dari Wuhan, China ini memberikan dampak yang tidak baik untuk siklus perekonomian.

“Ya jelas virus corona ini berpengaruh pada perekonomian dunia, perekonomian Indonesia dan perekonomian Sukabumi kota kabupaten,” kata pengamat sosial ekonomi Asep Deni kepada Radarsukabumicom, Rabu (18/3/2020).

Bank bjb Tandamata

Apalagi kebijakan kegiatan belajar mengajar dirumah dan work from home (WFH) selama 14 hari, kata Asep Deni, pun memberikan efek yang cukup signifikan. Semisal, frekuensi orderan pengemudi ojek online yang diyakini akan berkurang dari seperti biasanya.

“Orderan ojek online berkurang. Lalu jajanan kantin di sekolah juga berpengaruh karena anak-anak belajarnya di rumah. Begitu juga penumpang angkot dan lain-lain. Saya taksir adanya virus corona atau COVID-19 ini mempengaruhi penurunan ekonomi kita sebesar 50 persen, secara umumnya,” papar Ketua STIE PGRI Sukabumi ini.

Selain itu, lanjut Asep Deni, sektor wisata sebagai salah satu aset primadona Sukabumi pun mengalami penurunan. Diantaranya anjloknya okupansi hotel beserta tingkat kunjungan ke tempat-tempat wisata seperti Jembatan Gantung Situgunung.

“Hotel-hotel juga akan sepi karena para wisatawan tentunya lebih mementingkan kesehatan dan keselamatannya sehingga lebih memilih berada di rumah dulu. Apalagi ada imbauan social distancing. Jika demikian, efek dominonya juga adalah ke wisata kuliner dan wisata lainnya,” papar dia.

Asep Deni pun membahas mengenai kebijakan lockdown yang sejauh ini digembar-gemborkan di media sosial. Menurut dia, lockdown atau mengunci akses keluar masuk di daerah termasuk kegiatan masyarakat demi kepentingan isolasi dan observasi pencegahan penularan virus corona akan memberikan dampak lebih parah lagi terhadap ekonomi.

“Lockdown itu kebijakan pemerintah pusat dan itu langkah terakhir. Saya kira pemerintah pusat hingga daerah sedang berupaya dengan maksimal agar virus corona dapat dicegah dan tidak menyebarluas wabahnya. Sehingga yang harus kita lakukan sekarang adalah dengan melakukan protokol kesehatan yang berlaku,” ungkap Asep Deni.

“Dan yang lebih penting, giatkan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga lingkungan, tetap tenang dan tidak panik terhadap isu-isu yang tidak benar. Serta sebagia umat muslim, umat beragama, mari kita berdoa semoga semua ini segera berlalu,” tuntasnya. (izo/rs)