SUKABUMI – Hujan deras dengan intesitas tinggi, kembali menyebabkan bencana alam di wilayah Sukabumi Utara pada Jumat (18/03) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu, hanya saja akibat peristiwa itu menyebabkan kerusakan dibeberapa wilayah mulai dari, fasilitas umum yang mengancam rumah penduduk.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, setelah diguyur hujan saluran irigasi jebol di Kampung Warung Ceuri, Desa Landeuh, Kecamatan Parungkuda hingga mengancam 3 rumah warga dan merusak jalan lingkungan terputus serta 50 KK dari 200 jiwa di wilayah dua ke RT-an terisolir.
Sedangkan Kampung Ciaripin, RT 01/08 sebayak dua titik, Kampung Ciaripin, RT 02/07 satu bangunan sekolah Madrasah Allmubarok terancam dan longsor Kampung Cipamutih, RT 1/12 Desa Munjul, Kecamatan Cambar dua titik.
Sementara di Kampung Ciganas, RT 02/09, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak pergerakan tanah akibat resapan air hujan mengakibatkan sebagian dinding rumah warga milik Uus yang disisi 1 KK dan lima jiwa ambruk pada bagian kamar mandi hingga kamar mandi tidak bisa digunakan
Sementara bencana longsor di Kampung Pasir Bentik, RT 03/22, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak longsor TPT sepanjang delapan neter, tinggi enam meter mengakibatkan dinding pembatas bangunan Yayasan Pendidikan Islam Alghoniyyul Basyariyyah MI Pasir Bentik roboh dan mengancam bangunan ruangan guru dan di Kampung Pasir Hantap, RT 05/04, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar tebing TPT rumah warga milik Emin yang diisi lima jiea ambruk terbawa longsor.
“Semua bencana alam yang menerjang wilayah Sukabumi Utara itu, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Terlebih lagi, konstur tanahnya labil. Sehingga saat terjadi hujan lebat tanahnya langsung longsor,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra kepada Radar Sukabumi pada Jumat (18/03).
Untuk kerugian materil akibat bencana alam tersebut, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Namun, untuk nominal pastinya belum kita ketahui. Sebab, petugas di lapangan masih fokus melakukan penanganan pasca bencananya,” paparnya.
Setelah mendapatkan laporan bencana alam ini, dirinya mengaku langsung menginstruksikan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang merupakan kepanjangan tangan kanan BPBD untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Polri dan TNI serta unsur lainnya untuk melakukan pengecekan dan asessment ke lokasi bencana alam itu.
“Saat ini, petugas bersama warga sedang melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran akibat bencana ini. Selain itu, petugas juga menghimbau kepada warga untuk senantiasa tetap waspada perihal potensi bencana pada cuaca ekstrim saat ini,” pungkasnya. (den)






