Bansos di Sukabumi Belum Merata

  • Whatsapp
Muhadjir Effendy
Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PKM), Muhadjir Effendy saat berbincang dengan salah satu warga ketika melakukan kunjungan ke Sukabumi

Sementara itu dalam lawatannya ke Sukabumi, Muhadjir Effendy juga mengklaim kebutuhan beras untuk warga Kabupaten Sukabumi di masa pandemi Covid-19 akan tercukupi selama tiga bulan kedepan. Hal ini, diketahui saat dirinya memastikan ke Gudang Bulog Sub Divisi Regional Cianjur di Kecamatan Sukaraja.

“Berdasarkan laporan dari kepala cabang dan juga kepala gudang, untuk Sukabumi ini surplus dan suplainya dari petani sangat bagus. Selain itu, disini juga sudah tidak ada beras stok impor.

Bacaan Lainnya

Sehingga dapat dipastikan yang nanti dibagikan kepada warga penerima manfaat adalah beras produksi lokal dari Sukabumi dan Cianjur yang memiliki nama beras Ciherang. Saya melihat berasnya ini bagus dan masih harum karen baru di panen,” akunya.

Beras untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak Covid-19 ini, merupakan beras jenis medium. Sementara untuk target Sukabumi sendiri mencapai sekitar 260.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan hingga saat ini beras yang sudah disalurkan sekitar 170.00 KPM.

“Insya Allah sampai 6 Agustus akan tuntas untuk penyalurannya. Saya jamin beras ini berasal dari Sukabumi dan Cianjur. Untuk ukurannya, jika kita hendak memberi orang itu, maka kita juga harus bisa makan. Jangan sampai beras yang tidak mau kita makan, diberikan kepada orang lain. Nah kalau ini (beras lokal) saya juga juga mau makan, karena harum,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, beras yang dihasilkan dari petani di Sukabumi ini selain surplus, juga nantinya pemerintah tidak perlu lagi membeli beras dari luar atau impor. Sehingga, diharapkan nantinya beras tersebut bisa dimanfaatkan untuk bantuan sosial atau Bansos beras. “Jangan sampai hasil panen petani tidak terserap, karena ini berkenaan dengan harga.

Tadi juga sudah ada kenaikan harga dari yang sebelumnya. Kemarin kan sempat ada anjlok harga gabah itu. Ini dibeli oleh pemerintah dan dipergunakan untuk Bansos,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap, kedepannya harga beras atau gabah di petani dapat terus merangkak naik harganya. Ini untuk mengangkat harga jual beli petani. “Saat ini harga gabah dari petani itu sekitar Rp4.500 per kilogramnya. Sementara pada harga sebelumnya, hanya pada kisaran Rp3.500 per kilogramnya. Nah, berarti saat ini sudah ada kenaikan harga dan mudah-mudahan bisa naik kembali harganya nanti,” harap Muhadjir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *