BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bangunan Tower PT Indosat  Diprotes Warga Kalapacondong Sukabumi

Saat ini, ratusan warga di kampung tersebut merasa was-was saat hujan deras. Karena, saat turun hujan pasti akan disertai dengan petir.

Pihaknya mengaku, setelah berdirinya tower tersebut, petir sering merusak peralatan elektoronik milik warga setempat.

Bahkan, baru-baru ini televisi milik warga mengalami kerusakan yang diduga akibat radius yang ditimbulkan dari tower tersebut. “Iya, tetangga saya Tv nya rusak. Setelah diservice, katanya ini akibat radius dari tower itu,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, setelah tower tersebut berdiri di kampung tersebut, selain dapat mengganggu kesehatan warga, juga telah menyebabkan soal harga jual beli tanah di wilayah perkampungan tersebut, menjadi menurun.

Bahkan, pada beberapa waktu lalu, transaksi jual beli tanah yang lokasinya dekat dengan bangunan tower, sampai tidak jadi. Karena khawatir bangunan tower itu berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Iya, kemarin juga sampai ada yang mau beli tanah yang lokasinya berdekatan dengan tower dengan luas tanah sekitar 300 meter persegi. Waktu dilihat oleh pemilik tanah dan pembelinya, mereka merasa kaget.

Karena, pihak perusahaan meminta izin terlebih dahulu kepada warga yang tempatnya berdekatan dengan tower itu. Iya, jaraknya tidak lebih dari satu mater karena berbatasan dengan tower itu.

Kasihan sudah akan dibeli Rp500 juta, tetapi tidak jadi karena pembelinya tidak mau di lahan yang berdekatan dengan tower. Bahkan, sampai diambil kembali lagi DP nya,” bebernya.

Untuk itu, warga berharap kepada pemrintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat segera turun kelapangan dan memastikan soal keberadaan tower yang berdampak buruk terhadap kenyamanan warga ini, untuk segera dirobohkan karena tidak memiliki izin lingkungan dari warga terdampak.

“Seluruh warga disini akan terus menolak kompensasi dari pihak perusahaan itu.

Namun, yang diinginkan warga hanya merobohkan bangunan tower yang sudah berdiri di tengah pemukiman penduduk, karena sangat mengganggu keselamatan dan ketentraman warga,” timpalnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, wartawan koran ini belum mendapatkan klarifikasi baik dari pemerintah Desa Sudajaya Girang dan pemerintah Kecamatan Sukabumi maupun pihak PT Indosat, selaku perusahaan yang berkepentingan. pungkasnya. (Den)

Laman sebelumnya 1 2 3
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button