BERITA UTAMA

Asesmen Kurikulum Atasi Gap Industri

×

Asesmen Kurikulum Atasi Gap Industri

Sebarkan artikel ini
PROGRAM: Program Studi Teknik Pengolahan Limbah dan Teknik Perpipaan PPNS mendapatkan Hibah berupa Program Asesmen Keselarasan Kurikulum dengan Dunia Industri dan Dunia Kerja (IDUKA). (Istimewa)

JAKARTA – Kurikulum adalah elemen penting bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi dan berkualifikasi tinggi. Terutama apabila merujuk pada fokus utama yang selama ini terjadi antara pendidikan tinggi vokasi (PTV) dan industri, dunia kerja, dan dunia usaha (IDUKA), yakni “link and match”. Selama ini masalah link and match antara PTV dan IDUKA merupakan urgensi yang senantiasa perlu terus diupayakan secara kontinyu.

Program Studi Teknik Pengolahan Limbah dan Teknik Perpipaan PPNS mendapatkan Hibah berupa Program Asesmen Keselarasan Kurikulum dengan Dunia Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

Bank bjb Tandamata

Program asesmen keselasan kurikulum dengan IDUKA ini sangat menunjang kurikulum yang saat ini telah diterapkan pada dua prodi tersebut. Saat ini kedua program studi tersebut telah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory dan Dual System dengan menyediakan jasa atau produk yang berdasar pada prosedur dan standar yang telah ditetapkan di dunia industri.

Program asesmen kurikulum ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesenjangan antara kompetensi yang dibutuhkan IDUKA dengan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi vokasi (PTV).

Program Asesmen Kurikulum yang di inisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), merupakan acuan dasar dalam mencetak lulusan menggunakan sumber daya manusia, infrastruktur, sarana dan sumber daya lainnya yang dimiliki oleh penyelenggara pendidikan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama program asesmen keselarasan kurikulum dengan IDUKA meliputi pembentukan tim kajian dan perancangan kuesioner. Kuesioner terdiri dari dua bagian, yang pertama kuesioner untuk menganalisis kesenjangan dan yang kedua kuesioner untuk meninjau kurikulum sarana dan prasarana.

Tahap terakhir adalah menarik kesimpulan dan membuat rencana perubahan kurikulum pengembangan sarana prasarana dan PBM berdasar hasil analisis. Rangkaian tahapan ini diharapkan dapat menjadi tahap awal untuk meminimalkan terjadinya kesenjangan antara kurikulum yang berjalan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh IDUKA.

Mulyani selaku Senior Advisor PT. Gusse Technology International sekaligus Dewan Pengawas dan Dewan Pakar Indonesia Water Association (IdWA) mengatakan, Lulusan Program Studi Teknik Pengolahan Limbah sangat cocok bekerja sebagai Processes Design, Commisioning Test, dan bagian Operation and Maintenance.

“Selain itu, kemampuan bekerja di bawah tekanan dan berani menyampaikan usulan pada atasan mengenai pengolahan limbah yang lebih tepat adalah softskill yang dibutuhkan. Program OJT hingga satu tahun agar alumni lebih banyak pengalaman di lapangan dan semakin terampil,” tambah Mulyani.

Teknik Perpipaan yang memiliki akreditasi A BAN-PT juga dirasa telah memiliki kurikulum yang sudah baik. “Lulusan prodi Teknik Perpipaan memiliki jiwa yang penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas yang diemban dengan semangat kerjasama yang terbangun dalam sikap kepemimpinan individu demi tercapainya goal bersama sesuai jadwal waktu, budget dan quality yang di tetapkan,” ungkap Teguh Pudji Hertanto, perwakilan dari Inti Karya Persada Teknik.

Sejalan dengan visi PPNS untuk Menjadi Politeknik Unggul Bereputasi Global, harapan ke depan dengan terselenggaranya program hibah IDUKA ini dapat terjalin kerjasama yang lebih baik dan selaras dengan berbagai industri, baik nasional maupun internasional. Selain itu, hasil kurikulum nantinya diharapkan dapat diakui oleh internasional sehingga dapat terjalin program kerjasama inovasi dan pertukaran pelajar dengan universitas di luar negeri. (arm)