SUKABUMI — Hilman (30), seorang pengemudi atau Driver ojek online asal Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, menjadi korban pembegalan brutal di ruas Jalan Raya Panggeleseran Babakan, Kampung Kertaharja, Desa Kertaharja, Kecamatan Cikembar, pada Senin (24/11) dini hari. Pelaku berinisial AD (28), warga Desa Warnasari, kini dirawat di rumah sakit yang sama dengan korban setelah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Dalam keterangannya dari ruang perawatan RSUD Al-Mulk Lembursitu, Kota Sukabumi, Hilman mengaku sudah merasa curiga sejak awal. Pelaku memesan jasa ojek secara offline dari kawasan Selabintana menuju Pangleseran dengan tarif Rp35 ribu. Namun, di tengah perjalanan, pelaku meminta berbelok ke lokasi yang tidak sesuai dengan tujuan awal, berdalih ingin mencari mobil travel milik temannya.
“Saya sudah curiga, jadi saya langsung putar balik motor,” ujar Hilman sambil terbaring lemah.
Kecurigaan Hilman terbukti. Pelaku menjatuhkan motor ke sisi kiri, membuat Hilman terpental. Tanpa banyak bicara, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerang Hilman secara membabi buta. Korban sempat melawan, namun kalah tenaga dan akhirnya terkapar bersimbah darah di badan jalan.
“Motornya langsung diambil, dia ngebut. Saya merangkak ke tengah jalan, ada truk lewat dan berhenti. Warga langsung bantu saya,” ungkap Hilman.
Akibat serangan tersebut, Hilman mengalami lima luka tusuk di kaki, tangan, dan dada. Ia sempat mendapat pertolongan pertama dari warga sebelum dirujuk ke RSUD Al-Mulk karena luka yang cukup parah.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, IPTU Hartono, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan kini menjalani perawatan medis. Diduga, AD mengalami kecelakaan tunggal saat melarikan diri menggunakan motor korban.






