BERITA UTAMAPOLITIK

Antisipasi Lonjakan Caleg Stres di Pemilu 2024, RSUD R Syamsudin Siapkan Layanan Konsultasi 

×

Antisipasi Lonjakan Caleg Stres di Pemilu 2024, RSUD R Syamsudin Siapkan Layanan Konsultasi 

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA: Direktur RSUD R Syamsudin SH, dr Donny Sulifan saat diwawancara Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat (2/1). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
DIWAWANCARA: Direktur RSUD R Syamsudin SH, dr Donny Sulifan saat diwawancara Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat (2/1). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Mengantisipasi lonjakan calon anggota legislatif (caleg) stres pada pemilu 2024, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, menyediakan fasilitas layanan konsultasi bagi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

Hal ini, dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengatasi potensi lonjakan kasus gangguan jiwa yang mungkin dialami calon legislatif (Caleg) gagal lolos pada kontertasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Bank bjb Tandamata

Direktur RSUD R Syamsudin SH, dr Donny Sulifan mengungkapkan, meskipun harapannya tidak ada kejadian gangguan kesehatan pasca Pemilu baik secara fisik, spiritual, maupun psikologis.

Namun, secara statistik kejadian stres, depresi, dan sejenisnya cenderung meningkat setelah Pemilu.

“Ya, kasus ini sering kali menjadi berita ramai bahkan ada yang sampai mengalami tindakan bunuh diri. Untuk itu, RSUD R Syamsudin SH sebagai rumah sakit tipe B regional, memiliki fasilitas layanan psikiater dan pelayanan penyakit kejiwaan,” ungkap Donny saat disambangi Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat (2/2).

Donny menjelaskan, RSUD R Syamsudin SH menyediakan fasilitas layanan konsultasi melalui poli pemeriksaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) test untuk menguji kesehatan mental, spiritual, dan jasmani bagi semua peserta Pemilu.

“Dengan pemeriksaan MMPI ini, tentunya calon legislatif sudah siap secara mental. Namun, kami tetap memberikan langkah preventif dengan menyiapkan poli layanan eksekutif dan poli perawatan khusus untuk pasien dengan gangguan jiwa akut dan butuh penanganan lebih lanjut,” ujarnya

Kendati pihak RSUD R Syamsudin SH belum bisa menyampaikan data secara konkret mengenai konsultasi pasca Pemilu 2019 lalu, namun gangguan jiwa seperti stres minimal sudah terdeteksi. Namun, berdasarkan pemberitaan dan pengalaman sebelumnya, peningkatan pasien gangguan jiwa umumnya terjadi setelah Pemilu.

“Hal ini wajar mengingat jumlah uang yang dikeluarkan dalam perjalanan Pemilu, yang bisa mencapai puluhan juta hingga miliaran rupiah bahkan dengan cara meminjam atau menggunakan aset pribadi. Keadaan ini, secara psikologis berpotensi mengganggu individu secara manusiawi,” bebernya.

Dengan adanya fasilitas konsultasi dan penanganan kejiwaan di RSUD R Syamsudin SH, diharapkan potensi peningkatan kasus gangguan jiwa pasca Pemilu dapat diminimalkan dan individu yang membutuhkan bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

“Kami harap tidak ada lonjakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan pasca Pemilu nanti,” pungkasnya. (bam/d)