SUKABUMI — Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyebutkan Anggaran pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di tahun 2024 mendatang mengalami penurunan.
Hal tersebut dampak recofusing anggaran akibat covid-19. Penurunan Anggaran tersebut mencapai 80 persen dari panjang jalan kabupaten Sukabumi sepanjang 1.700 KM.
Untuk itu, Marwan mewanti-wanti tahun 2024 mendatang, masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi anggaran untuk perbaikan ataupun pembangunan jalan akan menurun, hal itu karena anggaran difokuskan untuk menutup pembiayaan pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
“Perbaikan jalan kabupaten justru turun, yang capaian paling diangka 50 persenan, yang dulu diangka 80 persen, sekarang di 50 persenan karena tadi duit APBD II nya ketarik ke PPPK,” ujar Marwan
Namun begitu, Marwan berjanji akan terus mendorong perbaikan ataupun pembangunan dengan memaksimalkan bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk jalan jalan penguat dan penunjang jalan pengubung berstatus nasional maupun provinsi.
“Hari ini persoalan infrastruktur masyarakat banyak nuntut, disatu segi anggaran infrastruktur terpotong, karena ada konversi pembayaran PPPK sementara, masyarakat tidak hapal itu, sehingga kondisi mengharapkan bagus,” jelasnya.
Sebelumnya memang, kata Marwan lagi pemerintah daerah telah mencanangkan dengan mempersiapkan anggaran untuk perbaikan jalan ataupun pembangunan jalan kabupaten bisa selesai ditahun 2024 nanti, namun karena terjadi recofusing saat wabah covid melanda.
“Tadinya kita persiapkan membereskan infrastruktur itu, tapi 2 tahun covid-19 itu ada recofusing anggaran, sehingga hari ini pasca covid ini menjadi perhatian penanganan yang luar biasa, tapi kita sulit dengan luas kabupaten Sukabumi makanya kita kejar konektivitas ruang yang dimungkinkan untuk bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi, yang lainnya nunggu, tapi masyarakat tidak sabar, demo lah, tapi wajar lah,” bebernya.
Marwan mencontohkan, jalan penguat yang saat ini tengah di dorong pemerintah daerah dengan memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi yakni jalan penguat antar provinsi dan pusat serta kabupaten yang merupakan jalan utama
“Insya allah tahun ini beres, yang utama, dalam pengerjaan hari ini misal contoh Cikembar – Jampang Tengah mudah mudahan ke kejar kemudian jalan Pabuaran pal dua, terus Sukaraja pal dua, Gegerbiting yang utama aja dulu, nanti 2024 kita akan menyelesaikan koridor penunjangnya,” terangnya.
Marwan berharap di momen hari bakti dinas PU (Pekerjaan Umum) kali ini, bisa meningkatkan profesionalisme dalam pekerjaannya, bukan lagi menjadi selogan dinas PU tapi karena ASN (Aparatue Sipil Negara) memang dituntut untuk selalu profesional.
“Sehingga target kedepan tahun 2024 semua yang infrastruktur penguat itu akan kita dorong di bantu provinsi dan pusat selesai,” tandasnya. (ndi/d)






