SUKABUMI — Perkumpulan Ojek Online (Ojol) Sukabumi Raya, bakal segera menggelar aksi damai dengan melakukan Offbit atau mematikan seluruh aplikasi ojek online secara serentak yang rencananya bakal dilakukan pada Selasa (20/5). Aksi ini, merupakan bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan aplikasi transportasi daring yang dinilai merugikan para mitra pengemudi.
Koordinator aksi, Hendra Mulyadi menjelaskan, aksi ini dilakukan tanpa turun ke jalan. Tetapi, akan memilih langkah non-konfrontatif sebagai bentuk solidaritas sesama pengemudi. “Kami tidak ikut turun ke jalan, kami hanya melakukan Offbit. Ini langkah kami agar suara kami tetap terdengar tanpa mengganggu ketertiban umum,” jelas Hendra kepada Radar Sukabumi, Senin (19/5).
Adapun, lanjut Hendra, tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi ini yakni menurunkan potongan aplikasi dari 20 persen menjadi 10 persen, menghapus berbagai biaya tambahan, serta menutup layanan seperti Grab Slot dan Gojek Aceng yang dianggap merugikan pengemudi. ‘Selain itu, kami juga mendesak adanya legalitas hukum yang jelas terhadap keberadaan ojek online,” cetusnya.
Menurut Hendra, aksi ini mencerminkan keresahan mendalam para pengemudi yang merasa tidak dilibatkan dalam kebijakan yang berdampak langsung pada penghasilan Ojol.






