SUKABUMI — Larangan ojek online (ojol) membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti, Pertalite yang kini digadang-gadang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menuai sorotan berbagai pihak. Tak terkecuali, Perkumpulan Ojek Online All for One Sukabumi Raya yang menolak keras terhadap munculnya isu tersebut.
Ketua Umum Perkumpulan Ojek Online All for One Sukabumi Raya, Hendra Mulyadi mengatakan, para Ojol Sukabumi menolak keras dengan adanya statemen menteri ESDM yang menyatakan bahwa Ojol tidak berhak mendapatkan subsidi BBM.
“Ya, seharusnya kami lebih diperhatikan pemerintah. Bantuan sosial untuk Ojol pun kami yang di Sukabumi tidak mendapatkan, ditambah sekarang ada isu soal subsidi BBM buat Ojol di cabut. Jelas ini akan sangat menyusahkan kami,” kata Hendra kepada Radar Sukabumi, Selasa (3/12).
Apabila aturan tersebut diterapkan, lanjut Hendra, Perkumpulan Ojek Online All for One Sukabumi Raya bakal turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. Terlebih, jika pemerintah mencabut subsidi tanpa ada solusi.
“Kompensasi buat kami apa yang akan diberikan pemerintah. Jika memang dicabut harus ada kompensasi buat kami, apabila tidak ada solusi tentunya kami akan turun kejalan menggelar aksi demo,” tegasnya.
Meski Hendra mengetahui, belum ada keputusan final terkait larangan Ojol membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite tersebut. Namun, wacana tersebut mencuri perhatian para Ojol. “Kami sudah mengagendakan untuk aksi. Tapi ada info lagi bahwa itu hanya wacana,” cetusnya.
Ia menambahkan, selain menolak keras larangan, Perkumpulan Ojek Online All for One Sukabumi Raya juga meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan dan dukungan yang lebih besar kepada para pengemudi Ojol.






