CIKEMBAR – Akibat adu banteng sepeda motor yang dikendarainya, seorang biker meregang nyawa di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar sekira pukul 11.45 WIB , Minggu (18/3/2018). Kini kasus kecelakaan ini ditangani langsung unit Laka Polres Sukabumi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, peristiwa ini bermula saat Ujang (45) yang membonceng istrinya, Rika (45) warga Kampung Cimenteng, RT 1/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, melaju dari arah Cikembar menuju Cibadak dengan menggunakan sepeda motor Vega ZR hitam bernomor polisi F 4517 UAL.
Di arah yang berlawanan, datang sepeda motor Beat hitam bernopol F 3370 UAT yang dikendarai Cucu Hidayat (42) dengan membonceng Elin (32), warga Kampung Ciomas, RT 16/4, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah. Diduga keduanya hilang kendali saat tiba di lokasi kejadian.
Seorang saksi mata, Hendra (35), warga Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar mengatakan, saat insiden tersebut, ia bersama warga lainnya sempat mendengar suara benturan cukup keras. Penasaran dengan suara itu, ia dan juga warga lainnya pun langsung mendatangi sumber suara tersebut.
“Setelah tiba di lokasi, kami dikagetkan dengan adanya empat orang pengendara yang sudah terkapar dan bersimbuh darah di badan jalan,” jelas Hendra kepada Radar Sukabumi, Minggu (18/3).
Peristiwa ini pun sontak menjadi tontonan warga dan para pengguna jalan lainnya. “Saat itu juga, warga langsung mengevakuasi seluruh korban ke pinggir jalan. Selang beberapa menit, datang polisi dan membawa seluruh korban ke rumah sakit,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubnit Laka Lantas Polres Sukabumi, Bripka Wangsit Edhi Wibowo mengatakan, akibat peristiwa laka lantas tersebut, satu diantaranya meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka kritis hingga harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
“Korban yang meninggal ini benama Ujang. Korban tewas saat dalam perjalanan menuju RSUD Sekarwangi, Cibadak,” jelasnya.
Ia menjelaskan, korban tewas lantaran mengalami pendarahan yang hebat akibat luka pada bagian kepala.
“Diduga korban mengalami benturan sangat keras saat peristiwa kecelakaan itu. Karena, saat korban berada di rumah sakit, bagian mulut dan hidung korban banyak mengeluarkan darah,” bebernya.
Ketika ditanya mengenai penyebab kecalakaan tersebut, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara pasti. Namun, dugaan sementara laka lantas itu disebabkan karena human error. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih dalam lagi untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini,” pungkasnya. (cr13/d)





