BERITA UTAMAPolitik Kabupaten Sukabumi

Ade Dasep ‘Melawan’ Paradigma Negatif Dewan

×

Ade Dasep ‘Melawan’ Paradigma Negatif Dewan

Sebarkan artikel ini
BEKERJA NYATA: Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center didampingi kepala desa setempat saat menyantuni anak yatim piatu yang belum aqil baligh pada Jumat (30/8).

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jika pandangan beberapa masyarakat tentang kinerja anggota dewan hanya duduk manis dibelakang meja saja, tentu itu adalah pikiran kolot yang perlu diluruskan. Faktanya, tidak semua dewan yang dipilih oleh suara rakyat berdiam diri setelah dilantik menjadi anggota dewan. Salah satunya Ade Dasep Zaenal Abidin contohnya, yang berani ‘melawan’ pandangan masyarakat tentang kinerja dewan yang dianggap negatif.

Tentunya, perlawanan terhadap pemikiran negatif sebagian masyarakat bukan dengan mendatangi satu persatu, namun dengan tindakan yang nyata dengan menciptakan sebuah program dan konsep nyata untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya, program mewakafkan Alquran ke setiap masjid-masjid yang berada di wilayah Daerah Pemilihan (dapil) III yang meliputi beberapa kecamatan seperti Kecamatan Cikidang, Nagrak, Caringin, Cicantanyan, Cikembar dan Cibadak dibawah naungan Lembaga Baldatun (Balad Ade Dasep Siap Turun) Center.

Bank bjb Tandamata

Tak hanya program mewakafkan Alquran orang yang juga sebagai pendiri dan penanggungjawab Baldatun Center juga secara konsisten menjalankan program santunan anak yatim piatu yang belum Aqil baligh sejak terpilihnya menjadi anggota dewan pada 2014 silam. Bahkan saat ini kembali melanjutkan program yang sudah digagasnya untuk kembali dilaksanakan.

“Selain ini janji saya, program ini juga untuk menghapus pemikiran dimasyarakat bahwa anggota dewan hanya diam saja kalau sudah terpilih, faktanya tidak begitu. Nah saya lakukan ini sebagai jawabannya, jika orang menjawab dengan perkataan saya dengan perbuatan. Karena contoh lebih baik dari pada harus menjawab dengan peryataan-pernyataan kepada mereka, “jelas Ade Dasep usai melaksanaan Jumat Keliling (jumling) di Masjid Al-Falah Kp Cibodas Rt (004/009) Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Jumat (30/8) kemarin.

Menurutnya dalam menjalankan program memerlukan fase, mulai fase berfikir, berbicara dan kemudian bertindak. Pecuma, memiliki pemikiran dan kemudian dibicarakan dimana-mana jika tidak dijalankan. Meski dalam setiap menjalankan program menemukan banyak kendala dan masalah mulai dari anggaran dan sindiran dari orang lain, tapi dengan perlahan berjalan hingga lima tahun lamanya.

“Priode kemarin selama lima tahun alhamdulih dijalankan, dan saya merasakan ada ketenangan dalam menunaikan janji dan tugas sebagai wakil rakyat. Maka, tidak alasan lagi program ini kembali digulirkan hingga lima tahun kedepan, “tandasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa membantu memperjuangkan nasib pendidikan islam untuk lebih baik lagi kedepan. Gerakan seperti ini diharapkan bisa juga sebagai Jihad fi Sabilillah yang ikut telah memperkuat semangat orang lain untuk mengamalkan perintah agama. Mengutip buku (Aboebakar Atjeh: 1957, hlm.729) ‘“Apabila Tidak ada semangat Islam di Indonesia, sudah lama kebangsaan yang sebenarnya lenyap dari Indonesia’. Dari sana saya bergerak dan semangat agar bangsa ini tetap berdiri tegak karena sesuai perintah Partainya Gerindra semua kader harus memiliki kecintaanya terhadap tanah air dalam kata lain ‘Khubul Wathon minal Iman’, cinta tanah air sebagian dari Iman.

“Mari kita bergerak untuk kemajuan sebuah daerah, tidak apa-apa dipandang kecil bagi orang lain. Yang penting konsiten dijalankan, agar bisa mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Religius Dan Mandiri sesuai visi dan misi, “tukasnya.

Tak hanya itu dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang sudah mendukung dan mendorong program seperti ini. Pasalnya kegiatan semacam ini bisa memacu masyarakat untuk menambah nilai religius di masyarakat.

“Tak lupa saya juga ucapkan terima kasih dan selamat kepada Pemkab Sukabumi yang sudah mendapatkan penghargaan Baznas 2019. Dengan penghargaan itu sudah barang tentu Kabupaten Sukabumi bisa dikategorikan sebagai daerah yang religius dan mandiri, “tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Jumling merupakan putaran ke 1 di Jum’at ke-2. Sudah ada 34 Alquran dan terjemahnya diwakafkan dan 43 Anak Yatim Piatu yang belum Aqil Baligh disantuni. Dan program ini dinyakini bisa dituntaskan dalam waktu lima tahun kedepan untuk mewujudkan budaya, faham, baca dan amal Alquran di Kabupaten Sukabumi.

 

(hnd/adv)