PALABUHANRATU, RADARSUKABUMI.com – Asep Setiawan (47), nelayan asal Kampung Marinjung Girang, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan di pantai Kadaka, Kecamatan Cikakak, kemarin (1/9). Saat ditemukan, Asep sudah tak bernyawa dan kondisinya sangat mengenaskan.
Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, Asep merupakan nelayan Palabuhanratu yang hilang setelah digulung ombak Pantai Katapang Condong, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu pada Minggu (25/8) lalu.
Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq mengatakan, korban ditemukan sekira pukul 11.30 WIB, setelah petugas gabungan menyisir lokasi perairan Selatan Sukabumi hingga sejauh 30 kilometer. “Setelah tujuh hari penyisiran, akhirnya petugas SAR berhasil menemukan korban pada jarak sekitar tiga kilometer dari lokasi korban tenggelam,” jelas Okih kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (1/9).
Okih menyebutkan, korban ditemukan dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Jasadnya mulai membengkak dan kulit kepala sudah lepas dari tengkoraknya. “Posisisnya telungkup. Mengapung di atas air pada jarak sekitar 150 meter dari bibir pantai. Jasad korban secara keseluruhan masih utuh, hanya bagian kepalanya kemungkinan melepuh akibat kelamaan tenggelam di laut,” paparnya.
Sementara itu, Koordinator Pos Badan SAR Nasional (Basarnas) Sukabumi, Faber Sinaga menambahkan, setelah korban ditemukan, petugas pun langsung evakuasinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu sekira pukul 12.30 WIB. “Saat proses evakuasi, petugas gabungan terkendala kondisi air pasang yang ketinggiannya sekitar 2,5 meter. Namun berkat kerjasama tim, akhirnya korban berhasil kami evakuasi,” jelasnya.
Sebelum menemukan jasad korban, upaya maksimal untuk mencari korban di perairan Selatan Sukabumi seluas 4,2 NM² telah dilaksanakan. Sementara, pencarian di darat petugas SAR menyisir garis pantai sejauh 10 kilometer. “Jasad korban sekarang di RSUD Palabuhanratu, nanti pihak keluarga akan menjemputnya,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asep Setiawan (48), nelayan asal Kampung Marinjung Girang, RT 1/8, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok menjadi korban keganasan Pantai Selatan sekira pukul 14.00 WIB, Minggu (25/6). Kejadian itu bermula saat korban hendak menarik perahunya menggunakan tali tambang yang terdampar di pinggir pantai. Nahas saat berenang itu, tiba-tiba korban langsung digulung ombak.
Ketua Forum Komukasi SAR Daerah (FKSD) atau Sarda Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut bersama petugas dari Basarnas dan Satpolair pihaknya langsung meninjau lokasi kejadian untuk melakukan asessment.
“Berdasarkan pengakuan dari rekan korban, sebelum kejadian rekan-rekannya sempat melarang untuk tidak berenang ke laut. Namun sayang, peringatan tersebut tak diindahkannya. Sehingga saat ombak pasang, korban langsung tergulung hingga tenggelam,” beber Okih kepada Radar Sukabumi.
Saat meninjau ke lokasi, pihaknya bersama tim lainnya langusng melakukan penyisiran darat sekitar satu kilometer dari lokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM). Namun hingga pukul 18.00 WIB, korban belum juga ditemukan. Saat ini, pihaknya tengah menjalin koordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan penyisiran yang rencananya akan dilakukan pada Senin (26/8) pagi.
“Tadi kami sudah melakukan pemetaan untuk rencana pencarian korban. Inysa Allah besok pagi (hari ini. red), kita akan terjun langsung ke laut untuk pencarian korban,” paparnya.
Terpisah, Koordinator Pos Basarnas Sukabumi, Faber Sinaga mengatakan, saat kajadian, kondisi air tengah pasang dengan ketinggian di atas 2 meter. Sehingga, saat korban berenang, ia langsung tergulung ombak pantai Selatan Sukabumi.
“Padahal sebelum korban turun ke laut, rekan-rekannya sudah memperingati. Namun, korban tidak mengindahkannya,” katanya.
Untuk proses pencarian, Basarnas Sukabumi berencana akan menerjunkan tim sebanyak delapan personel.
“Selain itu, petugas juga akan kita lengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti perahu karet, rescue carier dan peralatan SAR lainnya,” pungkasnya.
(den)






