BERITA UTAMADPRD Kabupaten Sukabumi

Ade Dasep : Bangun Kemandirian Dengan Kasih Sayang

×

Ade Dasep : Bangun Kemandirian Dengan Kasih Sayang

Sebarkan artikel ini
MENYANTUNI : Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center, Ade Dasep Zaenal Abidin saat menyantuni anak yatim di Masjid Jamie Alfalah di Kampung Cibarengkok, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/04).

SUKABUMI – Ditengah-tengah maraknya wabah corona atau Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Sukabumi umumnya Indonesia, tak sedikit orang merasa was-was dan ketakutan tentang penyakit yang menyerang. Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang kian hari kian memperparah kondisi dilapangan. Untuk itu, sudah saatnya masyarakat khususnya umat islam bisa membangun kemandirian dengan penuh kasih sayang. Hal tersebut dikatakan oleh Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin seusai melakukan kegiatan Jumat keliling (jumling) di Kampung Cibarengkok Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar (17/04).

Menurutnya, maksud dari membangun kemandirian dengan kasih sayang tersebut adalah sebuah konsep dan gagasan baldatun yang selama ini dijalankan kepada anak yatim binaan. Pertama, yang dilakukan adalah pemberian perhatian pada segi mentalnya, pendidikan dan kesehatan dulu, kemudian setelah itu disantuni atau diberikan biaya.

Bank bjb Tandamata

“Ini sangat penting, ketika anak yatim diberikan biaya atau bantuan tanpa diperhatikan mental dan pendidikanya itu sia-sia saja, tetapi ketika mentalnya sudah berjiwa mandiri, baru kemudian diberikan biaya dan bantuan. Tujuannya, ketika tidak ada yang membantu juga anak yatim itu bisa mandiri dengan kata lain menolong dirinya sendiri saat dimasa sulit sekalipun. Nah, pembangunan krakter mental sangat diutamakan dalam membangun kemandirian, pasalnya baldatun sendiri tidak ingin menciptakan anak yatim binaan menjadi peminta-minta,” terang orang yang juga sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi.

Konsep dan gagasan ini, bisa juga diterapkan pemerintah dalam hal ini Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada masyarakat dengan memberikan satu terobosan bahwa masyarakat harus mandiri. Tentunya, bantuan itu tetap diberikan. Hanya saja, ketika mentalnya sudah terbangun, maka masyarakat tidak terlalu berharap bantuan, kalaupun ada bantuan masyarakat bisa mempergunakannya dengan baik. Dimasa yang sulit ini tentunya langkah-langkah pemerintah harus dibarengi rasa kasih sayang agar tidak terjadi kesalahfahaman dalam penyaluran bantuan.

“Konsep ini saya copy paste dari Alquran, dimana merujuk kepada ayat-ayat yang memerintahkan memelihara anak yatim. Pasa awal ayat turun di Mekkah tentang anak yatim adalah soal pemeliharaan mental, pendidikan. Kemudian setelah di Madinah pemeliharaanya lebih kepada biaya makan, jadi semuanya ada tahapan-tahapan,” terangnya.

Menurutnya, apa yang sudah dijalankan saat ini tidak terlepas dari mimpi dan amanah kedua orang tua yang melahirkan dan membesarkannya. Atas dorongan tersebut, maka tercetusnya ‘gerakan literasi berbasis Alquran dan gerakan memakmurkan anak yatim yang belum baligh’. Bahkan sampai hari ini Baldatun sudah mewakafkan Alquran 2.568 buah yang tersebar di 75 Masjid Jami di 58 desa 1 kelurahan di 6 kecamatan. Serta, memiliki binaan 1800 anak yatim yang belum baligh.

“Dua aset itu adalah milik Baldatun, dan saya merasa ini lah kemenangan yang sebenarnya. Pasalnya, kemenangan dalam arti lain adalah berhasil mengalahkan rasa sepi, memunculkan semangat mandiri dalam gandeng tangan, berkat kepedulian terhadap anak yatim. Dan saya rasakan itu,” terang orang yang juga sebagai Sekretaris Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam hitungan hari kedepan umat islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan sudah seharusnya kita sebagai umat islam bahagia menyambutnya. Selain itu, bulan suci tahun ini memang ada sedikit berbeda ditengah wabah corona yang belum usai. Namun, jangan sampai membuat ibadah semakin turun dari tahun sebelumnya.

“Semoga dibulan ramadhan ini kita menemukan kemenangan, keberuntungan dan kebahagian, marhaban Ya Ramadan kareem dan wabah Corona hilang disaat bulan Ramadan datang, berbagi menuai berkah di indahnya Ramadan,” pungkasnya. (hnd/adv)