Lebih lanjut ia menjelaskan, ke 15 jalur evakuasi ini diantaranya berada di Kampung Citiis, Desa Cikahuripan dan di Kampung Cigenteng, Desa/Kecamatan Cisolok serta di Kampung Cibolang, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
“Sementara untuk jalur evakuasi di pantai Ujung Genteng, berada di wilayah perkebunan karet. Ya, intinya semua zona evakuasi ini berada di dataran tinggi dan sangat aman bila terjadi bencana tsunami,” bebernya.
Selain menyiapkan zona evakuasi, BPBD juga sudah memasang beberapa rambu-rambu evakuasi mulai dari perbatasan Banten hingga Palabuhanratu. Rambu-rambunya berbentuk papan arah panah dengan warna oranye dan biru.
Sementara untuk alat deteksi tsunami, saat ini masih dalam tahap perbaikan. “Selain itu, di sepanjang pantai Selatan Sukabumi juga terdapat beberapa alat untuk deteksi bencana tsunami,” imbuhnya.
Pihaknya menambhkan, semua jalur evakuasi tsunami sepanjang pantai Palabuhanratu hingga pantai Ujung Genteng ini, sangat efektif berdasarkan waktu tempuh menuju titik evakuasi. Selain itu, lokasinya juga sangat aman. Karena berada di dataran tinggi.
“Hasil dari pencermatan dan pengkajian dari program pemerintah daerah, hampir setiap kecamatan yang lokasinya berada di pantai Selatan Sukabumi, terdapat jalur evakuasi yang ditunjang dengan infrastruktur memadai. Seperti di Pantai Tegalbuleud, Cisolok dan Pantai Palabuhanratu. Sehingga, bila terjadi bencana mereka dapat sigap dan menyelamatkan diri,” paparnya.
Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khsususnya kepada warga yang tinggal di kawasan dekat dengan paraitan Pantai Selatan Sukabumi, agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Bila mendapatkan informasi apapun, disarankan agar melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pemerintah desa setempat maupun BPBD. Iya, jangan mempercayai informasi yang belum jelas kebenaranya. Apalagi, informasi tersebut didapat dari media sosial,” pungkasnya. (Den)






