BERITA UTAMAKota Bogor

7 Fakta Sejarah Kota Bogor yang Disebut Keliru, Berawal Dari Kota Jakarta yang Tidak Sehat

×

7 Fakta Sejarah Kota Bogor yang Disebut Keliru, Berawal Dari Kota Jakarta yang Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
Tugu Putih atau de Witte Paal Kota Bogor tahun 1870 yang  kini Tugu Air Mancur
Tugu Putih atau de Witte Paal Kota Bogor tahun 1870 yang  kini Tugu Air Mancur. Foto : Nederlandsche staatscourant)

Jalan rintisan ini kemudian semasa Daendles pada tahun 1810 ditetapkan sebagai jalan pos. Jalan pos itu dari Batavia melalui Bidara Cina, Tanjung (kini pasar Rebo), Cimanggis, Cibinong dan Ciluar.

bank BJB

Bersamaan dengan dibangunnya istana Bogor (1744) militer merintis jembatan dari ‘jalan utama’ (Bidara Cina-Ciloear) untuk menyeberang sungai. Lokasi yang tepat berada di Kedung Halang yang kini disebut daerah Warung Jambu.

Pilihan penyebarangan ini karena alasan lebar sungai Ciliwung yang lebih sempit sehingga militer lebih mudah membangun jembatan kayu beratap. Dari jembatan ini terus mengikuti jalan Ahmad Yani yang sekarang lalu melalui Zeni di Air Mancur. Ke timur terus ke depan Istana Bogor.

Selain istana Buitenzorg, situs penting lainnya di kota Bogor yang sekarang adalah Tugu Putih (de witte paal). Tugu ini kini lebih dikenal sebagai tugu Air Mancur. Tugu ini merupakan penanda persimpangan menuju ke empat arah.

Jalan lama sebelum adanya istana Bogor adalah jalan utama menuju timur ke Tajur dan Ciawi dan menuju ke barat menuju Cilibut. Dengan kata lain istana dibangun di sisi jalan utama ini dekat kolam. Sementara dari air Mancur ini menuju ke utara Kedung Halang dan menuju ke selatan ke Ciomas melalui Jalan Pabaton/RE Martandiata yang sekarang.

Pada saat sekarang dengan posisi istana Bogor ke timur menuju jalan Suryakencana, Jalan ini awalnya persis lokasi istana dan ketika istana dibangun bergeser seakan mengitari istana lalu dari belakang istana ke Surya Kencana.

Sejak kebun Raya dibangun 1817 untuk melengkapi istana, jalan ini bergeser lagi seperti yang sekarang. Dengan kata lain di tengah kebun raya merupakan jalan menuju Tajur dan Ciawi melalui jalan Surya Kencana yang sekarang. Sementara dari istana ke barat melalui jalan Sudirman, Air Mancur, Good Year (Stadion Pajajaran), Kebon Pedes, terus ke Tjiliboet dan seterusnya.

Jauh sebelum pemerintah Hindia Belanda membentuk asisten residen di Buitenzorg, VOC melakukan kerjasama dengan pemimpin di Bogor, dibuat kali baru (River New) atau Slokkan. Pekerjaan kali baru ini dimulai tahun 1739 oleh Martidiwangsa dan kemudian diteruskan dan diselesaikan pada tahun 1753 oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff.

Kali baru ini terdiri dari dua yakni kali baru barat dan kali baru timur. Kali baru barat airnya bersumber dari pembuatan bendungan di Empang (sungai Cisadane) yang airnya diteruskan ke sungai Cipakancilan dan alirannya diteruskan untuk mengairi sawah dan kebutuhan perkebunan Land Gedong Badak, Land Cilibut dan Land Bojong Gede lalu Citayam, Depok, Pondok Cina Sringsing terus ke Batavia.

Hal yang sama juga dengan membuat bendungan (di Katulampa) untuk pengairan sawah dan kebutuhan perkebunan di Cikao dan Citerep melelaui Ningewer yang kemudian dibuang ke kali kecil Cipamangies, dekat desa Brengkok di Land Cipamangies.

6. Batas Wilayah Ibukota Bogor dan Akuisisi Tanah Partikelir

Sebagaimana diketahui VOC Hindia Timur digantikan Pemerintah Hindia Belanda 1799 dimana pemerintah membeli tanah-tanah VOC untuk tempat pemerintahan seperti di Batavia dan Bogor. Pada tahun 1800, Land Bloebor dibeli oleh pemerintah dimana land tersebut dijadikan pusat pemerintahan. Sejak itu Land Bloeboer dianggap wilayah kekuasaan pemerintah dan nama Bloeboer berganti nama menjadi Buitenzorg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *