BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

5 Alasan Soekarno Beberapa kali Kunjungi Sukabumi, Rindu Sahabat Perjuangan

×

5 Alasan Soekarno Beberapa kali Kunjungi Sukabumi, Rindu Sahabat Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Presiden pertama Soekarno getol
Presiden pertama Soekarno getol melakukan kunjungan ke Sukabumi. (foto poestahadepok)

Kunjungan Soekarno ke tiga kota itu tidak hanya urusan sosialisasi Partai Indonesia tetapi karena Padang adalah kampung halaman Amir Sjarifoeddin Harahap dan Sukabumi adalah kampung halaman Raden Sjamsoedin. Amir Sjarifoeddin Harahap dan Raden Sjamsoedin adlaah pengurus teras Partai Indonesia.

Bank bjb Tandamata

Kunjungan ulang ke Sukabumi baru terjadi kembali pada bulan Oktober 1945 (lihat De Tijd : godsdienstig-staatkundig dagblad, 17-10-1945). Setelah kunjungan ke Sukabumi pada Agustus 1952 Presiden Soekarno berkunjung ke Padang Sidempoean (lihat De nieuwsgier, 19-03-1953).

Yang menjadi pertanyaan, apa yang menyebabkan Presiden Soekarno berkunjung ke Sukabumi pada tanggal 1 Maret 1951? Yang jelas hanya kunjungan 31 Agustus 1952 yang tercatat dalam sejarah Sukabumi.

4. Rindu Sahabat

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, pemegang portofolio tertinggi di Sukabumi adalah Mr. Raden Sjamsoedin. Namun umurnya tidak panjang, Mr. Raden Sjamsoedin dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 15 Oktober 1950 dalam usia yang masih muda 42 tahun. Para Republiken Sukabumi kehilangan tokoh sentral pejuang Indonesia asal Sukabumi. Tentu saja Ir. Soekarno kehilangan Mr. Sjamsoedin. Sayang tidak ada pengganti (suksesi) Mr. Raden Sjamsoedin. Bagi Ir. Soekarno sosok Mr. Raden Sjamsoedin adalah menara tunggal di Sukabumi.

Ir. Soekarno juga kehilangan kawan lama Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap, meninggal tahun 1948. Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap adalah Perdana Menteri RI yang ketiga (7 Juli 1947-29 Januari 1948).

Pada periode ini Mr. Raden Sjamsoedin adalah salah satu Wakil Perdana Menteri. Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap adalah teman kuliah Mr. Raden Sjamsoedin ketika studi di Rechthooges School di Batavia. Ketika Partai Nasional Indonesia (PNI) dibubarkan pemerintah Belanda tahun 1930, lalu dibentuk Partai Indonesia.

Amir Sjarifoeddin Harahap dan Raden Sjamsoedin yang sama-sama masih kuliah adalah pengurus teras Partai Indonesia. Raden Sjamsoedin salah satu sekretaris Partai Indonesia sedangkan Amir Sjarifoeddin Harahap adalah Ketua Cabang Batavia Partai Indonesia.

5. Minta Dukungan Soal Irian Barat

Dalam kunjungan Presiden Soekarno ke Sukabumi tanggal 26 Februari 1951 didampingi oleh Kepala Angkatan Perang RI Jenderal TB Simatoepang dan Kepala Staf Majoor Jenderal Abdul Haris Nasution.

Sebagaimana diketahui Jenderal Soedirman telah tiada, meninggal pada tanggal 29 Januari 1950. Juga diketahui Mr. Raden Sjamsoedin dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 15 Oktober 1950.