SUKABUMI — 40 Wisatawan dinyatakan reaktif Covid-19 usai Satuan Gugus (Satgas) Penanganan Covid-19 melakukan rapid test di sejumlah kawasan wisata yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Anggota Bidang Pengelolaan Data Publik Laporan dan Operasional Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Eneng Yulia Handayani mengatakan, pada libur panjang tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi telah menyediakan sebanyak 2.500 rapid untuk warga dan para wisatawan pada Sabtu (31/11).
“Pada hari kemarin, kita melakukan rapid di 22 lokasi di kawasan publik. Dari 2.500 rapid itu, kita baru menerima laporan sebanyak 1.320 orang yang mengikuti rapid test dan hasilnya 40 orang diantaranya telah dinyatakan reaktif,” kata Eneng kepada Radar Sukabumi, Minggu (01/11).
Sebelum melakukan rapid test, sambung Eneng, petugas gabungan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri, TNI, Dinas Perhunungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, terlebih dahulu melakukan penyekatan di sejumlah jalur masuk ke kawasan wisata.
“Apabila ditemukan yang hasilnya reaktif, langkah selanjutnya para wisatawan dipersilahkan untuk putar balik dan melakukan isolasi mandiri,” paparnya.
Puluhan lokasi yang dijadikan tempat rapid test dan penyekatan untuk lintasan wisatawan ini. Diantaranya, di lokasi wisata Panenjoan Tamanjaya, Puncak Panieneungan Ciemas, Cimandiri objek wisata Bukit Baros Kebonpedes, Kebon Pines Waluran, Situ Gunung Suspention Bridge Kadudampit, Curug Luhur Surade, Terminal Cikembar, Karang Hawu di Cisolok, Jampang Waterpark dan alun-alun Jampangkulon serta Puncak Haes dan Puncak Buluh di Jampangkulon, Citepus Balai Desa Isnatana President Palabuhanratu, Buniwangi Pantai Cimaja, Situ Cienggang Kalibunder, Embung Gupitan Wanadesa dan Goa di Cimanggu, Puncak Dharma di Ciemas, Curug Cikaso di Cibitung, Rizzy Azahra dan Hotel Salabintana di Karawang Salabintana, Citarik Pantai Batu Bintang PLTU serta pantai Ujunggenteng di Ciracap.






