300 Hektare Pesawahan di Kecamatan Tegalbuleud Terendam Banjir

  • Whatsapp
Kondisi ratusan hektare lahan pesawahan warga di wilayah Desa Buniasih dan Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuled, masih terendam banjir, Senin (23/11).

SUKABUMI – Kondisi banjir denuh akibat luapan Sungai Ciparanje yang merendam ratusan hektare lahan pesawahan warga di wilayah Desa Buniasih dan Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuled, masih tetap berlangsung.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat insident ini warga, khususnya petani padi telah mengalami kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Lantaran, lahan pesawahan warga telah terendam banjir dengan ketinggian mulai dari satu sampai dua meter.

Bacaan Lainnya

Seorang Petugas Penaggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Tegalbuleud, Dedi Rukmana mengatakan, banjir yang merendam dua desa di wilayah Kecamatan Tegalbuleud ini, terjadi sejak pada Senin (16/11) setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

“Namun, hingga saat ini kondisi air masih tetap merendam lahan pesawahan warga. Namun, untuk ketinggian air sekarang sudah mulai surut. Iya, sekarang sudah memasuki hari ke depalan. Kalau untuk ketinggian air sekarang sekitar 60 centimeter sampai satu meter,” kata Dedi kepada Radar Sukabumi, Senin (23/11).

Berdasarkan asessment dilapangan, sambung Dedi, lahan pesawahan yang terendam banjir dari luapan sungai Ciparanje ini, diperkirakan mencapai 300 hektare lebih. Mayoritas lahan pesawahan warga yang terendam air itu, tengah memasuki musim cocok tanam.

“Iya, dampaknya banyak tanaman padi yang baru dicocok tanam, telah mengalami kerusakan. Bahkan, sampai membusuk akibat terendam banjir,” bebernya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *