Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Unggul Al-Bayan, Heriyanto menambahkan, pihaknya menduga penularan wabah tersebut berasal dari kegiatan outbound yang dilaksanakannya. Dalam kegiatan itu, pihaknya mengundang vendor dari luar.
“Saya menduga, kemungkinan besar itu penularan Covid-19 ini dari kegiatan outbound. Dimana saat itu, mereka (santri,red) berganti pakaian dan helm. Jadi, kemungkinan dari itu,” tambahnya.
Pihak pesantren, lanjutnya, memprioritaskan kesehatan para siswa. Sehingga, para santri yang negatif dipulangkan dan belajar dari rumah secara online. Sedangkan pasien terkonfirmsi positif, diisolasi di asrama pesantren.
“Penanganan sesuai petunjuk Dinkes dan Satgas Covid-19. Mulai dari peningkatan imun, melalui penambahan vitamin kegiatan keagamaan serta kegiatan lainya. Kami pun telah memilah para santri yang mengalami gejala dan tidak,” bebernya.
Secara keseluruhan, jumlah santri yang ada di pondok pesantren ini sebanyak 352 santri. Pemeriksaan swab dilakukan secara bertahap oleh pihak sekolah. “Semua santri disini adalah laki-laki, kalau perempuan di Selabintana. Semoga proses pemulihan berjalan dengan baik,” harapnya. (upi/t)






