SUKABUMI – Jumlah santri Pondok Pesantren Unggul Al-Bayan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang terkonfirmsi positif Covid-19 bertambah menjadi 212 orang. Tak ayal, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dihentikan sementara dan digantikan dengan belajar online.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara yang juga sekaligus mewakili Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi mengungkapkan, hasil investigasi, penularan corona pada santri itu diduga dari kegiatan sekolah yang belum lama ini diselenggarakan.
“Saya mewakili satgas melakukan investigasi atau traking dan tracing. Dari keterangan pihak sekolah, kemungkinan besar penularan virus ini bermula dari kegiatan outbound yang mengundang vendor dari luar,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Jumat (6/11/2020).
Sebelumnya pihak Pondok Pesantren Unggul Al-Bayan Cibadak Sukabumi mengkonfirmasi adanya 57 santri laki-laki mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu didapat dari tes swab PCR kepada 318 santri pada 4 November 2020.
“Jumlah 57 santri terkonfirmasi positif tersebut bersifat sementara, sehingga saat ini data itu mengalami peningkatan menjadi 212 orang berdasarkan tes swab PCR,” sebutnya.
Secara umum, kondisi santri yang terkonfirmsi positif tanpa gejala. Para santri melakukan isolasi di asrama pondok pesantren. Sementara yang dinyatakan negatif dipulangkan. “Para santri yang positif ini semua tanpa gejala. Namun dokter sekolah akan terus melakukan pengecekan kesehatan kepada para santri,” terang Rika.
Satgas Covid-19 pun bakal melakukan swab masif kepada para guru atau pengajar di pondok pesantren tersebut. Selain itu, pihaknya bakal melakukan pendampingan dalam penanganan santri yang positif.
“Kami akan memprioritaskan guru untuk swab masif. Sebenarnya protokol kesehatan di pesantren ini berjalan dengan baik, tetapi memang ada saja celah masuk,” tutupnya.






