SUKABUMI – Sebanyak 10 siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan makanan,Senin (26/06/2023).
Camat Purabaya, kepada Radar Sukabumi mengatakan, 10 siswa yang diduga mengalami keracunan makanan ini, bermula saat mereka usai menyantap jajanan makaroni telur (Maklor) yang dibeli dari penjual jajanan.
“Jadi, siswa atau anak-anak MI itu, jajan makanan makaroni telur pada saat acara samenan sekolah di MI Kampung Cinangka, RT 24/03, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya pada Senin (26/06) sekira pukul 08.00 WIB,” kata Mulyadi kepada Radar Sukabumi pada Selasa (27/06).
Usai menyantap jajanan tersebut, sambung Mulyadi, sebanyak 10 siswa mengalami keracunan dengan gejala muntah-muntah. Dari 10 anak tersebut, tujuh siswa diantaranya telah diobservasi oleh petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sedangkan, tiga anak lainnya di observasi di rumahnya masing-masing.
“Semua korban telah di tangani oleh tim Puskesmas Purabaya,” paparnya.
Masih kata Mulyadi, kondisi terkahir dari 10 siswa MI yang mengalami keracunan jajanan itu, sembilan siswa diketahui kondisi kesehatannya sudah berangsur membaik. Sementara, satu siswa lainnya masih ditangani tim medis.
“Iya, satu siswa lagi masih terpasang infus. Sekarang mereka masih dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah mengetahui kejadian tersebut, pihaknya bersama jajaran dari Pemerintah Kecamatan Purabaya langsung bergegas ke lokasi kejadian.
Setiba di lokasi, ia bersama petugas gabungan langsung mengevakuasi anak-anak yang diduga mengalami keracunan jajanan tersebut, ke Puskesmas Purabaya.
“Penjual jajanan makaroni telor itu, sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, untuk dilakukan pembinaan dan jajanan yang dijual juga diambil untuk dijadikan sample oleh tim medis Puskemas Purabaya untuk dilakukan uji lab,” pungkasnya. (den/d)






