BOGOR — Masyarakat yang akan mudik harus lebih waspada.
Masih banyak, angkutan umum yang tak layak jalan beroperasi.
Hal tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor harus lebih bekerja keras. Salah satunya, memperketat uji kelayakan kendaraan bermotor.
Kabid Keselamatan Dishub Kabupaten Bogor, Muslim Akbar menjelaskan, antisipasi kecelakaan saat mudik pada pengetatan pemeriksaan kendaraan terutama bus.
Biasanya, kata dia, angkutan lebaran jarang ada yang memiliki komponen baik termasuk pergantian onderdil.
Ia menegaskan, kendaraan harus dipastikan benar-benar prima.
Hal itu, kata Muslim, dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan angkutan Lebaran tahun 2019 sesuai UU 22 tahun 2009 tentang LLAJ dan Peraturan Pemerintah No 37 /2017 tentang keselamatan LLAJ.
“Para penguji juga diperbantukan Hubdat, BPTJ dan dishub Provinsi Jabar akan melakukan ramp check ke pool pool terminal tipe A dan tipe b se-Jabodetabek,” beber Muslim dikutip Radar Bogor, belum alam ini.
Jenis pengecekan tersebut meliputi mobil penumpang umum, bus, angkutan barang, gandengan dan tempelan.
Ia mengaku, sumber daya manusia yang ada di Dishub Kabupaten Bogor belum cukup. Maka dari itu, kegiatan pengecekan keliling sementara diliburkan.
“Hasil sementara, mobil tidak layak dalam sehari rata rata 150 kendaraan yang melakukan pengecekan di Dishub. Rata – rata, 25 kendaraan tidak lolos,” urainya lagi.
Jika kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan, biasanya dalam waktu satu atau dua hari, kendaraan tersebut wajib kembali lagi.
Permasalahan yang ada pada kendaraan, seperti lampu rem dan pelistrikan, kerusakan berat seperti ban, pecah kaca, dan rem yang agak berat.
Untuk PO bus, Muslim mengakui bahwa mereka sudah sadar untuk memperbaikinya sendiri.
Di Kabupaten Bogor, ada total 120 armada aktif antar kota antar provinsi dan pariwisata.
Dishub juga lakukan pengecekan di lapangan dengan langsung mendatangi tempat–tempat yang menjadi simpul angkutan.
Termasuk di kawasan wisata. “
Dishub selam lebaran setiap hari siaga. Kami tetap mengimbau, jadilah penumpang cerdas, dan pengemudi juga harus cerdas, tahu medan dan kondisi kendaraan,” pungkas Muslim.
(net)




