SUKABUMI— Pengrusakan baliho Calon anggota legislatif (caleg) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab jangan sampai menjadi pemicu konflik di daerah. Lantaran hal tersebut dirasakan oleh Calon Anggota Legislatif, DPRD Provinsi Jawa Barat dari partai Gerindra nomor urut 8, Edwin Juniarsyah.
Di beberapa titik baliho milik dirinya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti di Jalan Selabintana, Jalan KH Sanusi dan diwilayah Cibadak. ” Iya kita cek kelapangan baliho saya pun dirusak, bahkan sudah tiga kali saya ganti. Dan bukan dirinya saja tapi teman-teman Caleg lain dipartai lain juga sama dirusak,” ujar Edwin,kemarin.
Kejadian vandalisme atau pengurusakan baliho itu Edwin mengaku tidak menyalahkan siapa-siapa. Hanya saja jangan sampai ada pihak-pihak lain yang mengendaki iklim politik di Sukabumi ini menjadi panas.” Bisa saja mereka tidak suka iklim politik yang tentram, saling menghargai perbedaan. Ini yang harus kita sama-sama cermati dan pikirkan agar Pemilu ini tetap berlangsung kondusif,” jelasnya.
Pria kelahiran Sukabumi itu pun meminta kepada peserta pemilu, tim sukses dan penyelenggara pemilu serta aparat intelejen untuk lebih ekstra menyoroti pemasalahan ini. Supaya tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan banyak pihak terutama masyarakat. “Jangan ada kesan, dengan pengrusakan ini kita jadi saling tuduh menuduh, itu yang membuat tidak kondusif. Makanya harus ada penegakan hukum dari pihak tertentu Bawaslu ataupun Gakkumdu menindaklanjuti kejadian ini,” ujarnya.
Caleg DPRD Provinsi nomor urut 8 di partai Gerindra ini dalam melakukan pemasangan Baliho sudah sesuai dengan aturan. Sehingga dirinya merasa heran ketika ada pengrusakan baliho seperti ini. ” Saya sudah sesuai dengan aturan, ada penambahan Baliho disetiap kecamatan itu 3 baliho. Kita jalankan aturan itu,’ jelasnya.
Edwin pun ingin menciptakan demokrasi ini menjadi lebih aman, nyaman dan tentram. Jangan ada perpecahan diantara masyarakat ketka beda pilihan. ” Mari kita berkompetisi secara sehat, berikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Berbeda pilihan itu hak setiap warga, tapi terpenting persatuan dan kesatuan yang harus dijaga,” pungkasnya.
(bal)




